Korban, pelaku, dan orang yang menyaksikan semuanya terkena dampak negatif dari perundungan, yang merupakan masalah serius di sekolah. Siswa-siswi dari SMP Citra Kasih Tangerang berpartisipasi dalam latihan psikoedukasi anti perundungan yang dirancang untuk mendorong introspeksi dan pengembangan empati selama kegiatan lokakarya peningkatan kesadaran ini. Hampir 43 siswa kelas VII dan VIII hadir pada tanggal 26 Mei 2026 untuk mengikuti kegiatan ini. Metode yang digunakan termasuk kampanye poster media sosial, diskusi kelompok, role-play, dan ceramah interaktif. Penggunaan pertanyaan pilihan ganda tentang pemahaman tentang perundungan diberikan sebagai bagian dari proses evaluasi. Semua pertanyaan post-test mencapai nilai “sangat tinggi” di atas 90%, dan pengetahuan rata-rata siswa meningkat dari 66,45% menjadi 94,02% (peningkatan 27,57%), menurut temuan persentase deskriptif. Sementara tingkat empati siswa meningkat dari 55,81% sebelum sosialisasi dan menjadi 90,70% setelah dilaksanakannya sosialiasi, indikator bentuk-bentuk perundungan menunjukkan peningkatan terbesar dalam hal pemahaman, yaitu 46,51%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika anak-anak secara aktif berpartisipasi dalam kegiatan psikoedukasi, hal ini membantu mengurangi perundungan, meningkatkan empati di antara para siswa, dan membuat sekolah menjadi tempat yang lebih baik bagi anak-anak.
Copyrights © 2026