Sektor manufaktur di Kabupaten Majalengka mengalami pertumbuhan pesat, khususnya pada kelompok pengrajin produk injeksi plastik lokal yang menyuplai komponen otomotif. Namun, industri kecil menengah (IKM) tersebut menghadapi tantangan berat terkait efisiensi produksi dan kualitas produk yang tidak konsisten, dengan rata-rata tingkat produk cacat harian mencapai 33%, di mana cacat silver streak mendominasi sebesar 76% dari total kegagalan produk. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi melalui standardisasi Standard Operating Procedure (SOP), pelatihan pengendalian material, serta penerapan dashboard monitoring berbasis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) terintegrasi. Metode yang digunakan adalah Participatory Technological Development yang meliputi lima tahapan utama: sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program melalui pembentukan Gugus Kendali Mutu (GKM). Hasil implementasi program menunjukkan keberhasilan nyata dengan penurunan total angka produk reject dari 33% menjadi di bawah 10%, yang didorong oleh reduksi kontaminasi material hingga 90% dan kestabilan parameter suhu barrel mesin injeksi. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa integrasi alat digital dan sistem SOP visual mampu mengubah manajemen kualitas dari reaktif menjadi preventif, sekaligus meningkatkan profitabilitas ekonomi dan daya saing kelompok pengrajin mitra.
Copyrights © 2026