Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dengan kecenderungan peningkatan kasus setiap tahunnya. Partisipasi masyarakat dalam program pengendalian vektor seperti Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) masih belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan implementasi GRASS melalui model G1R1J berbasis WhatsApp Group dalam upaya pencegahan DBD. Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) melalui pelatihan, penerapan pelaporan digital, serta pendampingan berkelanjutan. Sasaran kegiatan adalah kader ‘Aisyiyah Kota Tasikmalaya sebanyak 20 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 67,73 menjadi 78,34 yang menandakan terjadi peningkatan sebesar 10,61 poin (15,7%). Luaran kegiatan adalah laporan jumantik dengan pemanfaatan WhatsApp Group yang memungkinkan monitoring secara real-time, meningkatkan koordinasi, serta mendorong partisipasi masyarakat. Program ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi komunikasi dengan pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pencegahan DBD. Kata Kunci: DBD; G1R1J; WhatsApp Group; pemberdayaan masyarakat; GRASS
Copyrights © 2026