Pemanfaatan generative artificial intelligence (Generative AI) oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) membuka peluang untuk mempercepat pembuatan konten pemasaran, merumuskan ide produk, menyusun komunikasi pelanggan, dan membantu pekerjaan administratif. Namun, penggunaan tanpa literasi etika dapat menimbulkan risiko berupa kebocoran data pribadi dan rahasia usaha, informasi yang tidak akurat, bias representasi, pelanggaran hak kekayaan intelektual, manipulasi visual, serta berkurangnya akuntabilitas manusia. Artikel ini bertujuan menganalisis pelaksanaan Digital Ethics Coaching bagi pelaku UMKM di Desa Semutan dan merumuskan panduan praktis penggunaan Generative AI yang aman, transparan, adil, dan bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, diskusi kelompok terarah, telaah dokumen, dan refleksi terhadap praktik penggunaan AI oleh [jumlah] pelaku UMKM pada [waktu kegiatan]. Data dianalisis secara tematik melalui reduksi data, pengodean, pengelompokan tema, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan etika digital UMKM terkonsentrasi pada enam area: verifikasi keluaran AI, perlindungan data, penghormatan hak cipta, pencegahan bias dan klaim menyesatkan, transparansi penggunaan AI, serta penegasan kendali manusia. Coaching yang efektif tidak cukup berupa ceramah, melainkan perlu berbasis kasus usaha, simulasi prompt aman, pemeriksaan hasil, dan penyusunan prosedur kerja sederhana. Artikel ini mengusulkan protokol SARING, yaitu Saring data, Analisis tujuan, Rujuk dan verifikasi sumber, Identifikasi risiko dan bias, Nyatakan penggunaan AI secara proporsional, serta Gunakan penilaian manusia sebelum publikasi atau keputusan. Pendekatan tersebut berpotensi meningkatkan kesadaran risiko, kualitas konten, kepercayaan pelanggan, dan kesiapan tata kelola digital UMKM, dengan catatan hasil aktual perlu dikonfirmasi menggunakan data lapangan yang terdokumentasi.
Copyrights © 2026