Perkembangan sistem Mikrogrid memerlukan sistem manajemen energi yang mampu menjaga kontinuitas dan kestabilan suplai daya. Permasalahan utama pada sistem mikrogrid dengan sumber hibrid adalah fluktuasi daya photovoltaic (PV) dan perubahan beban yang menyebabkan ketidakstabilan suplai energi. Oleh karena itu, diperlukan strategi automatic switching yang mampu mengatur perpindahan sumber daya secara otomatis dengan waktu singkat antara PV, baterai, dan PLN agar sistem dapat bekerja secara optimal dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengatur pergantian suplai daya dengan sumber PV, Baterai, PLN pada sistem mikrogrid. Metode penelitian dengan strategi automatic switching yang digunakan untuk menentukan keputusan switching berdasarkan kondisi daya PV, state of charge (SOC) baterai, dan kebutuhan beban. Sistem dirancang dan disimulasikan menggunakan MATLAB/Simulink dengan lima skenario pengujian, yaitu kondisi PV menyuplai beban, PV dan baterai menyuplai beban, PLN sebagai sumber cadangan, perpindahan otomatis kembali ke PV, dan kondisi kenaikan beban mendadak. Hasil studi memperlihatkan bahwa sistem automatic switching berbasis fuzzy logic mampu bekerja secara adaptif dalam pergantian sumber energi yang digunakan. Pada kondisi daya PV tinggi, sistem mikrogrid memprioritaskan PV sebagai sumber utama. Ketika daya PV menurun, maka baterai secara otomatis membantu menyuplai kekurangan daya. Ketika SOC baterai rendah, sistem akan mengaktifkan PLN sebagai sumber cadangan untuk menjaga kontinuitas suplai daya. Sistem juga mampu melakukan perpindahan otomatis kembali ke PV ketika daya keluaran PV tinggi dan mampu merespon kenaikan beban secara cepat dan stabil melalui power sharing PV dan baterai. Metode fuzzy logic berhasil meningkatkan stabilitas, efisiensi, dan keandalan sistem mikrogrid dengan sumber hibrid.
Copyrights © 2026