Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan komponen fundamental dalam perlindungan tenaga kerja, terutama pada sektor pelayanan kesehatan dan industri farmasi yang memiliki risiko paparan bahan kimia, biologis, dan obat berbahaya. Tenaga kefarmasian memiliki kompetensi spesifik yang berpotensi berkontribusi signifikan dalam sistem K3, namun perannya sering kali belum terintegrasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis bukti ilmiah terkait peran kolaboratif farmasi dalam penerapan K3. Metode yang digunakan adalah systematic review PRISMA-lite dengan penelusuran literatur pada database PubMed, Google Scholar, dan Garuda untuk artikel yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Kriteria inklusi meliputi artikel penelitian asli, review, dan pedoman yang membahas keterlibatan tenaga kefarmasian dalam aspek keselamatan dan/atau kesehatan kerja. Data diekstraksi dan dianalisis secara naratif untuk mengidentifikasi bentuk peran, model kolaborasi, serta dampaknya terhadap keselamatan kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa peran farmasi dalam K3 mencakup pengelolaan bahan berbahaya, farmakovigilans terkait paparan kerja, edukasi keselamatan, serta kontribusi dalam penyusunan kebijakan K3 berbasis bukti. Kolaborasi interprofesional yang melibatkan apoteker terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan dan menurunkan risiko kejadian tidak diinginkan di tempat kerja. Kesimpulan dari review ini menegaskan perlunya penguatan integrasi peran farmasi dalam sistem K3 melalui pendekatan kolaboratif dan kebijakan institusional yang lebih jelas.
Copyrights © 2026