Kontribusi dengan persentase 80% terhadap produk ekspor mebel, furnitur menjadi industri dengan potensi pasar yang besar. Namun demikian, sambungan pada produk furnitur merupakan bagian yang perlu diperhatikan, karena pada bagian ini sangat rentan terjadi patahan atau kerusakan. Pengujian produk prototipe perlu sumber daya dan waktu lebih, sehingga dikembangkan metode pendekatan untuk memperoleh data hasil pengujian kekuatan produk tanpa membuat prototipe atau lebih dikenal dengan metode analisis elemen hingga (FEM). Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan sambungan dari produk stool yang dipasangkan pasak kayu dengan ukuran Ø10mm, Ø12mm & Ø14 mm sebagai konstruksinya. Hasil simulasi pembebanan statik menunjukkan jika aplikasi pasak kayu Ø10 mm menghasilkan tegangan maksimum 25,89 MPa, regangan senilai 0,0013, pergeseran sebesar 2,047 mm dan faktor keamanan senilai 1,59. Selanjutnya aplikasi pasak kayu Ø12 mm mencatatkan tegangan maksimum 23,14 MPa, regangan senilai 0,0011, pergeseran sebesar 0,562 mm serta faktor keamanan senilai 1,78. Aplikasi pasak Ø14 mm paling direkomendasikan karena mampu menahan beban 60kgf paling baik. Tegangan maksimum sebesar 16,07 MPa masih jauh dibawah nilai tegangan luluh material. Selain itu nilai pergeseran dan regangan maksimal hanya senilai 0,042 mm dan 0,0009 secara berurutan. Aplikasi dowel Ø14 mm juga mencatatkan faktor keamanan terbaik yakni sebesar 2,57.
Copyrights © 2026