Kesejahteraan psikologis merupakan salah satu indikator penting kesehatan mental remaja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor perilaku dan lingkungan. Siswa SMK kesehatan memiliki beban akademik dan praktik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Studi pendahuluan menunjukkan adanya keluhan kecemasan, kurang fokus, dan beban belajar pada siswa SMK Kesehatan Bali Khresna Medika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesejahteraan psikologis siswa melalui pendekatan epidemiologi kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, dengan teknik total sampling dan sampel sebanyak 113 responden. Variabel bebas meliputi kemandirian belajar, dukungan sosial, perilaku penerapan protokol kesehatan, dan manajemen stres, sedangkan variabel terikat adalah kesejahteraan psikologis. Data dikumpulkan menggunakan Psychological Well Being Scale dan kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 51,3% siswa memiliki kesejahteraan psikologis tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara kemandirian belajar (p=0,001), dukungan sosial (p=0,004), perilaku penerapan protokol kesehatan (p=0,020), dan manajemen stres (p=0,001) dengan kesejahteraan psikologis. Analisis multivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan, dengan dukungan sosial sebagai faktor paling dominan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar, dukungan sosial, perilaku sehat, dan manajemen stres merupakan determinan penting kesejahteraan psikologis siswa. Intervensi berbasis sekolah yang memperkuat dukungan sosial dan keterampilan adaptif perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.
Copyrights © 2026