Ni Ketut Swandewi
D4 Manajemen Informasi Kesehatan, Fakultas Kesehatan dan Sains, Universitas Dhyana Pura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUTU LAYANAN REKAM MEDIS TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI KLINIK PANTI SWASTI Swandewi, Ni Ketut; Dewi, Luh Deayu Krisna; Wahyudyasa, Putu Tara Judica
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51377

Abstract

Layanan rekam medis merupakan salah satu layanan minimal yang wajib disediakan oleh klinik untuk menunjang kualitas layanan kesehatan. Unit Rekam Medis berperan sebagai gerbang terdepan dalam layanan klinik, sehingga dapat menjadi salah satu indikator kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara mutu layanan rekam medis dengan kepuasan pasien rawat jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien di Klinik Panti Swasti, dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang yang diambil menggunakan non-probability sampling jenis purposive sampling berdasarkan rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77% responden menilai mutu layanan rekam medis dalam kategori cukup, sementara 82% responden menyatakan puas terhadap layanan rekam medis. Terdapat hubungan signifikan antara mutu layanan rekam medis dengan kepuasan pasien rawat jalan (p = 0,0001). Dimensi Empathy dan Responsiveness terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pasien. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa perbaikan mutu layanan rekam medis yang berfokus pada kepuasan pasien memerlukan perbaikan sistem, prosedur, budaya pelayanan, serta peningkatan komunikasi interpersonal di kalangan petugas klinik.
DETERMINAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS SISWA SMK KESEHATAN BALI KHRESNA MEDIKA PENDEKATAN EPIDEMIOLOGI REMAJA Ni Luh Gede Widhi adnyani; Ni Ketut Swandewi; Putu Mulya Kharismawan
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.57849

Abstract

Kesejahteraan psikologis merupakan salah satu indikator penting kesehatan mental remaja yang dipengaruhi oleh berbagai faktor perilaku dan lingkungan. Siswa SMK kesehatan memiliki beban akademik dan praktik yang berpotensi menimbulkan tekanan psikologis. Studi pendahuluan menunjukkan adanya keluhan kecemasan, kurang fokus, dan beban belajar pada siswa SMK Kesehatan Bali Khresna Medika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesejahteraan psikologis siswa melalui pendekatan epidemiologi kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X, XI, dan XII, dengan teknik total sampling dan sampel sebanyak 113 responden. Variabel bebas meliputi kemandirian belajar, dukungan sosial, perilaku penerapan protokol kesehatan, dan manajemen stres, sedangkan variabel terikat adalah kesejahteraan psikologis. Data dikumpulkan menggunakan Psychological Well Being Scale dan kuesioner terstandar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 51,3% siswa memiliki kesejahteraan psikologis tinggi. Terdapat hubungan signifikan antara kemandirian belajar (p=0,001), dukungan sosial (p=0,004), perilaku penerapan protokol kesehatan (p=0,020), dan manajemen stres (p=0,001) dengan kesejahteraan psikologis. Analisis multivariat menunjukkan seluruh variabel berhubungan signifikan, dengan dukungan sosial sebagai faktor paling dominan, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar, dukungan sosial, perilaku sehat, dan manajemen stres merupakan determinan penting kesejahteraan psikologis siswa. Intervensi berbasis sekolah yang memperkuat dukungan sosial dan keterampilan adaptif perlu dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis siswa.