Marsahala:Jurnal Studi Agama dan Budaya
Vol 2 No 1 (2026)

REKONSTRUKSI MAKNA “BORU PANGGOARAN” DALAM SISTEM  KEKERABATAN  BATAK TOBA

Hanna Masta Pasaribu (Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar)
Riris Johanna Siagian (Sekolah Tinggi Teologi HKBP Pematangsiantar)



Article Info

Publish Date
29 May 2026

Abstract

Artikel ini merekonstruksi makna Boru Panggoaran dalam sistem kekerabatan Batak Toba. Konsep ini kerap direduksi sebagai beban domestik dan kewajiban adat anak perempuan pertama, padahal di dalamnya terdapat makna relasional, simbolik, dan kultural yang lebih luas. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dan analisis teks budaya, penelitian ini menelaah literatur antropologi, sosiologi, kajian budaya Batak Toba, serta ekspresi budaya seperti ungkapan adat dan teks lagu Batak. Analisis dilakukan dengan teori interpretatif budaya Clifford Geertz dan teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann untuk menunjukkan bahwa makna budaya diwariskan, dinegosiasikan, dan ditafsirkan ulang dalam konteks sosial yang berubah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Boru Panggoaran berfungsi sebagai identitas relasional, figur pengasuhan, simbol harapan keluarga, penghubung relasi kekerabatan, dan pembawa kehormatan dalam sistem Dalihan Na Tolu. Dalam konteks kontemporer, maknanya bergeser dari ekspektasi domestik yang kaku menuju agensi relasional, tanggung jawab budaya, dan martabat perempuan yang lebih setara.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

marsahala

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Social Sciences

Description

This journal aims to provide a comprehensive platform for research and scholarly discussions across various topics related to religion, culture, and their interplay within society. The Focus and Scope of this journal encompass various interdisciplinary fields, including the study of religious ...