Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pegawai terhadap implementasi Key Performance Indicator (KPI) dalam sistem Manajemen Kinerja Individu (MKI) pada perusahaan BUMN konstruksi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari tiga pegawai yang terlibat dalam proses pengisian, pelaporan, dan validasi KPI/MKI. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pegawai memahami KPI/MKI sebagai alat evaluasi kinerja, monitoring, dan pengingat untuk menjaga kontribusi kerja individu maupun unit. Informasi KPI/MKI diterima melalui sosialisasi Human Capital, Zoom meeting, email, forum pegawai, serta koordinasi dengan PIC unit. Aspek yang paling diperhatikan pegawai meliputi nilai akhir, target, bobot penilaian, evidence, deadline, dan validasi atasan. Namun, implementasi KPI/MKI masih menghadapi kendala berupa pekerjaan ganda antara sistem manual dan digital, keterlambatan pengumpulan, kejelasan aturan penilaian, serta potensi bias dalam self-assessment. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi KPI/MKI telah dipersepsikan positif sebagai sistem evaluasi kinerja, tetapi masih perlu diperkuat melalui digitalisasi, transparansi kebijakan, validasi evidence, dan pemanfaatan hasil penilaian untuk pengembangan pegawai.
Copyrights © 2026