TANJAK: Journal of Education and Teaching
Vol 7 No 1 (2026): Februari

Model Integrasi PAI Kontekstual: Sinergi Al-Qur'an Hadis, Fikih, Aqidah Akhlak, dan SKI sebagai Resolusi Etika Berkomunikasi di Era Post-Truth

Rita Andria Ismawati (Universitas Islam Negeri Walisongo)
Liswa fitriyatul lu'luul lailiyah (Universitas Islam Negeri Walisongo)
Maziroh Diyati (Sekolah Tinggi Agama Islam Brebes)
Syifa Jannatuzzahra (Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayat)
Faqih Abdul Aziz (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya)



Article Info

Publish Date
14 Jul 2026

Abstract

Era post-truth telah memicu krisis etika komunikasi siber secara masif, mulai dari penyebaran hoaks, perundungan siber (cyberbullying), hingga manipulasi algoritma yang mengancam ketahanan moral Generasi Digital Native. Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah sejatinya diproyeksikan sebagai tameng moral utama; namun, fragmentasi struktural keempat rumpun keilmuannya Al-Qur'an Hadis, Fikih, Aqidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) justru memicu kelumpuhan analitis dan "ego sektoral" pada peserta didik. Merespons anomali tersebut, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan desain epistemologis dan operasionalisasi pedagogis integrasi kontekstual PAI sebagai resolusi degradasi moral di ruang digital. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research yang analitis-kritis, penelitian ini menyintesis paradigma integrasi-interkoneksi ilmu, model Contextual Teaching and Learning (CTL), dan teori Konstruktivisme Sosial. Hasil penelitian mengonstruksi sebuah sinergi lintas disiplin yang meleburkan literasi tabayyun dan anti-dusta (Al-Qur'an Hadis), ketegasan kaidah Fikih Informasi (Fikih), internalisasi muraqabatullah sebagai fondasi akhlak digital (Aqidah Akhlak), serta preseden historis resolusi konflik masa lalu (SKI). Secara praksis, transformasi pedagogis ini dioperasionalkan melalui penciptaan Zone of Proximal Development (ZPD) Digital dan dievaluasi secara integratif menggunakan instrumen Project-Based Learning (PBL) lintas disiplin. Kesimpulannya, model integrasi kontekstual ini terbukti secara epistemologis mampu membongkar fragmentasi kognitif dan melahirkan keberanian moral (moral courage) bagi generasi muda untuk menjadi agen literasi aktif. Implikasi temuan ini menawarkan arsitektur resiliensi moral siber yang holistik bagi institusi madrasah melalui transformasi pedagogi lintas disiplin yang sinergis dan adaptif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

tanjak

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Other

Description

TANJAK adalah ikat kepala adat Melayu yang berbentuk runcing ke atas. Demikian makna yang dituliskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Nilai dalam tanjak dipercaya oleh masyarakat Melayu sebagai simbol kekuatan, marwah, pendidikan dan lainnya. Bertanjak berarti memelihara budi pekerja dan ...