Kabupaten Karawang saat ini berada pada titik kritis "darurat karakter" di tengah tekanan demografis yang masif. Data menunjukkan populasi Karawang tahun 2025 mencapai 2.581.245 jiwa dan diproyeksikan melonjak hingga 2.946.025 jiwa pada tahun 2045. Artikel ini bertujuan merekonstruksi model "Sasaka Lima" sebagai bentuk pribumisasi nilai Pancawaluya (Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer) yang dispesifikasikan untuk jenjang Pendidikan Dasar. Mengingat sistem pemantauan provinsi (SIPALAWA) masih tersentralisasi pada jenjang menengah, penelitian ini menawarkan pendekatan Outcome Harvesting (OH) sebagai solusi evaluasi perilaku mandiri bagi 364.531 siswa dan 16.726 guru Dikdas di Karawang. Hasil rekonstruksi merumuskan profil "Manusa Sawawa" melalui integrasi nilai spiritual (Sasaka Giri) yang didukung modal sosial 3.695 Majelis Ta'lim, resiliensi agraris (Sasaka Pare), dan produktivitas industri (Sasaka Karya) yang selaras dengan Inner Development Goals (IDGs). Kajian ini merekomendasikan kolaborasi lintas sektoral untuk menyusun Blueprint Karakter Pendidikan Dasar sebagai strategi mitigasi risiko sosial menuju Karawang Emas 2045
Copyrights © 2026