Penelitian ini mengkaji kesenjangan antara kontribusi zakat produktif Sumatera Barat secara nasional dan porsi penerimaan manfaat yang diperoleh melalui Program Z-Auto BAZNAS. Sumatera Barat sebagai provinsi dengan mayoritas penduduk Muslim memiliki kontribusi zakat produktif yang signifikan, namun distribusi program pemberdayaan dari tingkat nasional belum tentu sebanding dengan kontribusi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis kebijakan publik, artikel ini menelaah mekanisme alokasi Program Z-Auto BAZNAS kepada daerah-daerah penerima, khususnya Sumatera Barat dengan 36 penerima manfaat di tiga kabupaten/kota. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat ketidakseimbangan antara besarnya kontribusi zakat produktif Sumatera Barat secara nasional dengan porsi penerimaan program Z-Auto yang diterima, yang mengindikasikan perlunya mekanisme distribusi yang lebih berkeadilan berbasis data kontribusi daerah. Artikel ini merekomendasikan reformulasi kebijakan alokasi zakat produktif nasional yang mempertimbangkan proporsionalitas kontribusi tiap provinsi sebagai dasar pembagian manfaat program.
Copyrights © 2026