Transformasi lingkungan pendidikan pada era Society 5.0 menuntut organisasi pendidikan untuk membangun budaya mutu yang tidak lagi berorientasi pada kepatuhan administratif, tetapi pada kemampuan beradaptasi dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi paradigma budaya mutu dari compliance-based quality culture menuju continuous improvement culture serta mengembangkan model konseptual Transformative Quality Culture Framework sebagai landasan penguatan organisasi pendidikan adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari artikel ilmiah bereputasi yang dipublikasikan pada basis data Scopus, Web of Science, ERIC, dan Google Scholar selama periode 2020–2026. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik untuk mengidentifikasi perkembangan konsep, faktor-faktor strategis, dan arah transformasi budaya mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya mutu yang berkelanjutan dibangun melalui integrasi kepemimpinan transformasional, pembelajaran organisasi, budaya mutu digital, ekosistem inovasi, dan siklus continuous improvement. Integrasi kelima dimensi tersebut memperkuat kapasitas organisasi dalam beradaptasi terhadap perubahan, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan berbasis data, serta mendorong inovasi yang berorientasi pada peningkatan mutu secara berkesinambungan. Penelitian ini menghasilkan Transformative Quality Culture Framework sebagai kontribusi konseptual baru yang memperluas perspektif budaya mutu dari pendekatan berbasis kepatuhan menuju kapabilitas strategis organisasi dalam membangun organisasi pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing pada era Society 5.0.
Copyrights © 2026