Keterampilan berkomunikasi dalam bahasa Arab adalah salah satu kompetensi krusial yang seharusnya dimiliki oleh para siswa saat mempelajari bahasa Arab. Meskipun demikian, kemampuan berbicara siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah 9 Wotan Panceng Gresik masih berada pada tingkat yang rendah, disebabkan oleh kurangnya kepercayaan diri serta terbatasnya latihan berbicara dalam bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana metode role playing dapat berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab di kalangan siswa kelas VII di MTs Muhammadiyah 9 Wotan Panceng Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest–Posttest Design. Jumlah sampel dalam penelitian ini terdiri dari 29 siswa kelas VII yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, observasi, dan rubrik penilaian mengenai keterampilan berbicara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji paired sample t-test. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan dalam keterampilan berbicara bahasa Arab siswa setelah penerapan metode role playing. Rata-rata nilai pretest yang awalnya 86,82 meningkat menjadi 96,03 pada saat posttest, dengan selisih 9,20 poin dan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, metode role playing terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa sekaligus meningkatkan keberanian, rasa percaya diri, serta partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2026