Tari Guci merupakan salah satu tari kreasi tradisional khas Kabupaten Tegal yang memiliki potensi sebagai media pelestarian budaya melalui pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan Tari Guci dalam pembelajaran ekstrakurikuler di SMA Negeri 1 Balapulang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Guci dimanfaatkan sebagai materi pelatihan, media pembelajaran berbasis budaya lokal, materi pementasan, dan materi perlombaan. Pemanfaatan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan menari, pemahaman budaya lokal, pengembangan kemampuan motorik, sosial, emosional, dan estetis, serta pembentukan karakter peserta didik. Keberhasilan pembelajaran didukung oleh antusiasme peserta didik, dukungan sekolah, sarana dan prasarana, serta sistem tutor sebaya, sedangkan kendala yang dihadapi meliputi belum tersedianya pelatih profesional, keterbatasan waktu latihan, perbedaan kemampuan peserta didik, dan regenerasi anggota ekstrakurikuler. Dengan demikian, Tari Guci berperan sebagai media pembelajaran sekaligus sarana pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026