Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keteguhan pendidik menggunakan strategi tradisional dalam meningkatkan literasi kitab Aqidatul Awam melalui pembiasaan di Sekolah persiapan wustho (sekolah pra) Pondok Pesantren An-Nur Mangunan Jepara di tengah era serba digital ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik menerapkan tiga strategi utama: perencanaan pembelajaran kontekstual, pelaksanaan berbasis metode tradisional (sorogan dan bandongan), serta evaluasi berkelanjutan melalui hafalan dan pemahaman makna nadhom. Pembiasaan kitab Aqidatul Awam terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca teks Arab gundul, memahami struktur gramatikal, serta memperkuat pemaknaan teologis santri. Faktor pendukung keberhasilan mencakup komitmen guru, motivasi belajar santri, dan lingkungan pesantren yang religius, sedangkan faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan bahasa Arab, keterbatasan waktu belajar, dan pengaruh lingkungan sosial. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembiasaan kitab sebagai model pembelajaran berbasis habitual learning yang mampu menjaga tradisi keilmuan klasik Islam sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan pendidikan modern.
Copyrights © 2026