Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia membawa gelombang transformasi yang secara regulatif turut menyasar lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peluang strategis dan tantangan sistemik yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam (madrasah dan pesantren) dalam menyongsong kebijakan kurikulum baru tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) melalui teknik analisis isi (content analysis) terhadap regulasi resmi pemerintah dan artikel jurnal ilmiah bereputasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka membuka peluang emas bagi reposisi metodologi pendidikan Islam yang lebih humanis melalui pembelajaran berdiferensiasi dan internalisasi moderasi beragama dalam P5RA, namun dihadapkan pada tantangan disparitas kesiapan pedagogis guru serta overloaded curriculum. Dapat disimpulkan bahwa keberhasilan transisi kurikulum memerlukan strategi akomodasi selektif-inovatif dengan memanfaatkan fleksibilitas struktur kurikulum untuk merampingkan materi keagamaan tanpa mereduksi identitas keislaman.
Copyrights © 2026