Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kelanjutan lulusan sekolah menengah ke perguruan tinggi di Kampung Pasir Al-Amin dan pentingnya memahami pandangan orang tua serta remaja secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi orang tua dan remaja terhadap kelanjutan pendidikan ke perguruan tinggi serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif di Kampung Pasir Al-Amin, Desa Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang. Informan berjumlah 10 orang, terdiri atas lima orang tua dan lima remaja yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua dan remaja pada dasarnya memiliki persepsi positif terhadap pendidikan tinggi karena dipandang dapat menambah pengetahuan, mengembangkan diri, memperluas peluang kerja, dan meningkatkan kualitas hidup. Namun, persepsi tersebut bersifat bersyarat dan belum selalu diwujudkan menjadi keputusan kuliah. Keterbatasan ekonomi, keinginan memperoleh penghasilan, kurangnya informasi mengenai perguruan tinggi dan beasiswa, pengaruh lingkungan, serta kebiasaan bekerja atau menikah setelah lulus sekolah menjadi pertimbangan penting. Faktor ekonomi merupakan hambatan paling langsung, sedangkan dukungan keluarga, akses informasi, dan budaya masyarakat menentukan apakah aspirasi pendidikan dapat berkembang menjadi rencana nyata. Temuan menegaskan perlunya komunikasi keluarga, pendampingan pemilihan pendidikan, informasi beasiswa, dan dukungan masyarakat untuk menjembatani persepsi positif dengan tindakan melanjutkan pendidikan.
Copyrights © 2026