Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengoptimalkan kualitas jaringan internet Wi-Fi Ajun Hotspot di Desa Kerekeh Dusun Selang menggunakan metode Quality of Service (QoS). Permasalahan utama ditemukan pada area Karang Bawah dengan kekuatan sinyal rata-rata -78 dBm (zona kuning), yang menyebabkan packet loss rata-rata 50,2% (kategori buruk) dan throughput hanya 337,33 Kbps (kategori sangat jelek). Pengukuran dilakukan menggunakan Wireshark dan Axence NetTools untuk parameter throughput, delay, jitter, dan packet loss, serta NetAnalyzer untuk pemetaan kualitas sinyal, dengan evaluasi mengacu pada standar ITU-T/ETSI TIPHON pada tiga titik lokasi (Karang Atas, Karang Bawah, Karang Tengah) dan tiga waktu pengukuran (pagi, sore, malam). Pengujian baseline pada koneksi kabel menunjukkan seluruh parameter dalam kategori sangat baik, membuktikan bahwa sumber masalah bukan berasal dari ISP melainkan dari distribusi sinyal nirkabel. Optimalisasi dilakukan melalui pemindahan access point eksisting ke posisi yang lebih strategis, penambahan satu unit access point baru, dan pemasangan kabel LAN tambahan. Setelah optimalisasi, packet loss turun menjadi rata-rata 1,47%, throughput meningkat menjadi 26,80 Mbps (sekitar 79 kali lipat), delay turun menjadi 66-109 ms, jitter turun menjadi 0,42-0,61 ms, dan seluruh area Karang Bawah berubah dari zona kuning menjadi zona hijau dengan kekuatan sinyal -62 hingga -65 dBm. Hasil ini membuktikan bahwa penataan ulang penempatan access point merupakan solusi efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas jaringan Wi-Fi di wilayah pedesaan tanpa memerlukan investasi besar pada infrastruktur ISP.
Copyrights © 2026