Dimas Wiryatari
universitas teknologi sumbawa

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Serangan ARP Poisoning pada Jaringan Hotspot Berbasis MikroTik Menggunakan Bit-Twist Dimas Wiryatari
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v11i3.18993

Abstract

ABSTRACT – The security of MikroTik-based hotspot networks still has potential vulnerabilities, particularly in the Address Resolution Protocol (ARP), which operates on a trust-based mechanism without authentication. This study aims to analyze ARP Poisoning attacks on MikroTik-based hotspot networks using Bit-Twist as a tool to generate forged ARP packets. The research method was conducted through experimental scenarios by observing changes in ARP cache entries on the client side and analyzing the impact of the attack on network quality of service, including delay and packet loss parameters. The results show that ARP Poisoning attacks cause modifications in the client ARP cache, enabling traffic redirection through the attacker’s device. In addition, the attacks lead to increased delay and packet loss in the hotspot network. These findings indicate that MikroTik-based hotspot networks are vulnerable to ARP Poisoning attacks if additional security mechanisms are not implemented, highlighting the need for stricter security configurations to mitigate similar attacks.. Keywords – ARP Poisoning; Bit-Twist; MikroTik; Hotspot; ARP Cache.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA DAN KEAMANAN PROTOKOL WPA2 DAN WPA3 DENGAN METODE PENETRATION TESTING Yudi Mulyanto; Shindyka Syalu Qanita; Dimas Wiryatari; Farida Idifitriani
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 8 No. 1 (2025): JIRE APRIL 2025
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v8i1.1539

Abstract

Universitas Teknologi Sumbawa merupakan salah satu universitas yang jaringannya memanfaatkan protokol keamanan WPA2, namun selama penggunaannya protokol keamanan WPA2 pernah terjadinya peretasan pada jaringan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kinerja protokol keamamanan WPA2 dan WPA3 di Fakultas Rekayasa Sistem Universitas Teknologi Sumbawa dengan mengidentifikasi kelemahan dan kelebihan dari masing – masing protokol. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian metode campuran (mixed methods) yaitu kombinasi penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif pada penelitian ini melibatkan pengumpulan data melalui observasi dan studi pustaka dan menggunakan metode eksperimen untuk membandingkan protokol WPA2 dan WPA3. Serta metode analisis yang digunakan ialah Penetration Testing dengan melakukan simulasi serangan terhadap kedua protokol keamanan tersebut. Serangan yang dilakukan ialah dictionary attack menggunakan tools-tools pada sistem operasi Kali Linux. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa WPA3 menunjukkan ketahanan lebih baik terhadap sebagian besar serangan, terutama handshake dan perlindungan terhadap cracking password, sehingga menjadikan WPA3 pilihan yang lebih aman untuk jaringan nirkabel. Hal ini dikarenakan WPA3 menggunakan autentikasi Simultaneous Authentication of Equals (SAE) yang memiliki kelebihan menggunakan algoritma Password-Authenticated Key Exchange (PAKE) yang dapat melindungi kata sandi dari pihak ketiga yang tidak berwewenang.
ANALISIS KINERJA JARINGAN SISTEM PEMERINTAHAN BERBASIS ELEKTRONIK (SPBE) MENGGUNAKAN ALGORITMA MACHINE LEARNING Muhammad Iqbal Pratama; Yudi Mulyanto; Dimas Wiryatari; Yunanri W
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 9 No. 1 (2026): JIRE April 2026
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v9i1.1741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja jaringan SPBE di DISKOMINFOTIK Sumbawa kinerja jaringan yang melibatkan masalah overload server dan kemacetan pada konektivitas jaringan. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian metode campuran (mixed methods) yaitu kombinasi penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian kulaitatif pada penelitian ini melibatkan metode pengumpulan data melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Serta menggunakan pendekatan secara tradisional menggunakan Wireshark untuk mengukur parameter Quality Of Service (QoS) yaitu throughput, delay, jitter, dan packet loss dan menggunakan dan menggunakan pendekatan modern melalui algoritma machine learning khusunya model Radom Forest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Machine Learning dengan Random Forest mampu memprediksi kualitas jaringan dengan hasil yang konsisten dan akurat dibandingkan menggunakan Wireshark. Hal ini dikarenakan Machine Learning memeberikan kelebihan otomatisasi, klasifikasi kualitas jaringan (“Bagus”) dan cocok untuk sistem monitoring jaringan secara real-time, sedangkan Wireshark cocok untuk analisis manual yang presisi.
Analisis dan Optimalisasi Kinerja Jaringan RT/RW Net Berbasis QoS TIPHON di Desa Sampe Junia Suma Pintari; I Made Widiarta; Yunanri W; dimas wiryatari
Jurnal Tata Kelola dan Kerangka Kerja Teknologi Informasi Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jtk3ti.v12i2.19426

Abstract

ABSTRACT – The RT/RW Net network in Sampe Village serves as an internet access medium for the community with a dynamic number of users. However, it often experiences a decline in service quality, especially during peak traffic periods, characterized by low throughput and high delay, jitter, and packet loss due to suboptimal bandwidth management. This research aims to evaluate the performance of the RT/RW Net network in Sampe Village before and after optimization using the Peer Connection Queue (PCQ) method on a MikroTik router, based on Quality of Service (QoS) parameters. The research method employed is quantitative with an experimental approach, measuring QoS under two conditions: morning (low traffic) and evening (high traffic). The analyzed parameters include throughput, delay, jitter, and packet loss, evaluated against TIPHON standards. The comparison of network performance before and after optimization demonstrates that the PCQ method is effective in fairly distributing bandwidth and maintaining network stability, particularly during high-traffic conditions. Thus, PCQ is a viable solution for optimizing RT/RW Net networks with dynamic user characteristics. Keywords – RT/RW Net, Peer Connection Queue, MikroTik, Quality of Service, TIPHON.
Optimalisasi Kualitas Jaringan Wi-Fi Ajun Hotspot Menggunakan Metode Quality of Service (QoS) Putri Arum Cahyanti; I Made Widiarta; Dimas Wiryatari; Fahri Hamdani
Digital Transformation Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Periode Maret 2026
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v6i1.9266

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengoptimalkan kualitas jaringan internet Wi-Fi Ajun Hotspot di Desa Kerekeh Dusun Selang menggunakan metode Quality of Service (QoS). Permasalahan utama ditemukan pada area Karang Bawah dengan kekuatan sinyal rata-rata -78 dBm (zona kuning), yang menyebabkan packet loss rata-rata 50,2% (kategori buruk) dan throughput hanya 337,33 Kbps (kategori sangat jelek). Pengukuran dilakukan menggunakan Wireshark dan Axence NetTools untuk parameter throughput, delay, jitter, dan packet loss, serta NetAnalyzer untuk pemetaan kualitas sinyal, dengan evaluasi mengacu pada standar ITU-T/ETSI TIPHON pada tiga titik lokasi (Karang Atas, Karang Bawah, Karang Tengah) dan tiga waktu pengukuran (pagi, sore, malam). Pengujian baseline pada koneksi kabel menunjukkan seluruh parameter dalam kategori sangat baik, membuktikan bahwa sumber masalah bukan berasal dari ISP melainkan dari distribusi sinyal nirkabel. Optimalisasi dilakukan melalui pemindahan access point eksisting ke posisi yang lebih strategis, penambahan satu unit access point baru, dan pemasangan kabel LAN tambahan. Setelah optimalisasi, packet loss turun menjadi rata-rata 1,47%, throughput meningkat menjadi 26,80 Mbps (sekitar 79 kali lipat), delay turun menjadi 66-109 ms, jitter turun menjadi 0,42-0,61 ms, dan seluruh area Karang Bawah berubah dari zona kuning menjadi zona hijau dengan kekuatan sinyal -62 hingga -65 dBm. Hasil ini membuktikan bahwa penataan ulang penempatan access point merupakan solusi efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas jaringan Wi-Fi di wilayah pedesaan tanpa memerlukan investasi besar pada infrastruktur ISP.