Perubahan era 4.0 ke 5.0 memaksa pendidikan untuk bertransformasi secara masif. Kesenjangan infrastruktur di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) menjadi urgen, kurangnya pelatihan guru yang memadai dan kebijakan simbolis seperti Inpres No. 7/2025 berpotensi menghambat efektivitas implementasi teknologi digital dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis mendalam dan integratif terhadap transformasi digital dalam pendidikan di Indonesia. Artikel ini menggunakan studi literatur dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis yang digunakan yakni analisis isi dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mengkategorikan, dan menafsirkan makna yang terkandung dalam artikel secara sistematis dan objektif. Kajian ini menemukan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia menghadapi tiga paradoks struktural: aksesibilitas yang memperparah ketimpangan, perubahan paradigma Kurikulum Merdeka yang timpang antara konsep dan implementasi, serta literasi digital yang tereduksi pada keterampilan teknis dangkal. Kontribusi riset ini terletak pada pendekatan analitis integratif yang mengevaluasi empat dimensi secara simultan: infrastruktur, kesiapan guru, literasi digital peserta didik, dan kecukupan konten pembelajaran dalam kerangka Revolusi Industri 5.0.
Copyrights © 2026