Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa serta fungsi retorika yang digunakan Hamka dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck melalui pendekatan stilistika retorika. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui teknik baca-catat dan analisis mendalam terhadap kutipan-kutipan yang mengandung majas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka menggunakan sembilan jenis majas dominan, yaitu personifikasi, metafora, simile, hiperbola, ironi, alegori, litotes, repetisi, dan eufemisme. Gaya bahasa tersebut tidak hanya berfungsi memperindah narasi, tetapi juga menjadi sarana retorika untuk membangun suasana melankolis, menyampaikan nilai moral, dan menggugah empati pembaca terhadap konflik batin tokoh. Personifikasi, metafora, simile, dan repetisi menjadi majas yang paling dominan dalam membentuk efek emosional. Hamka menampilkan bahasa yang lembut, simbolik, dan religius sehingga pesan kemanusiaan, spiritualitas, dan nilai moral dapat tersampaikan melalui kekuatan estetik bahasa. Penelitian ini menegaskan bahwa gaya bahasa dalam novel tidak hanya memiliki fungsi estetika, tetapi juga memiliki daya persuasif emosional yang memperkuat makna cerita dan pengalaman batin pembaca. Temuan ini memperkaya kajian stilistika sastra Indonesia khususnya terkait hubungan antara bentuk bahasa, fungsi retorika, dan efek emosional dalam karya sastra.
Copyrights © 2026