Celia, Najwah Laras
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS MAKNA SIMBOLIK DALAM UMPASA BATAK TOBA Sinaga, Citra Dewi; Butar-Butar, Ningrum Melati; Situmorang, Roberta Veronika; Celia, Najwah Laras; Sinaga, Yuni Astika
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.946

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji makna simbolik dalam umpasa Batak Toba, sastra lisan yang digunakan dalam berbagai ritual adat (seperti pernikahan, manulangi, dan mangokkar holi) sebagai media pewarisan nilai-nilai luhur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, berlandaskan pada filsafat postpositivisme. Pendekatan ini dipilih karena peneliti bertujuan meneliti kondisi objek yang alamiah, yaitu teks umpasa Batak Toba. Sesuai dengan sifat kualitatifnya, data yang dianalisis adalah data verbal berupa kata-kata dari teks-teks umpasa tersebut.  Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti bertindak sebagai instrumen kunci. Analisis data dilakukan secara induktif melalui teknik semantik dan semiotik. Teknik ini krusial untuk mengungkap secara mendalam dan interpretatif arti simbol-simbol budaya yang terkandung dalam umpasa. Hasil analisis menunjukkan umpasa berfungsi sebagai fondasi penanaman nilai kelembutan hati, harmoni, tanggung jawab, dan penghormatan leluhur. Dengan fokus pada metode kualitatif, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang warisan budaya lisan Batak Toba.
ANALISIS STILISTIKA DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA BUYA HAMKA Salsabila, Amanda Putri; Celia, Najwah Laras; Damanik, Annisa Seftiawaty
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1357

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa serta fungsi retorika yang digunakan Hamka dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck melalui pendekatan stilistika retorika. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui teknik baca-catat dan analisis mendalam terhadap kutipan-kutipan yang mengandung majas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hamka menggunakan sembilan jenis majas dominan, yaitu personifikasi, metafora, simile, hiperbola, ironi, alegori, litotes, repetisi, dan eufemisme. Gaya bahasa tersebut tidak hanya berfungsi memperindah narasi, tetapi juga menjadi sarana retorika untuk membangun suasana melankolis, menyampaikan nilai moral, dan menggugah empati pembaca terhadap konflik batin tokoh. Personifikasi, metafora, simile, dan repetisi menjadi majas yang paling dominan dalam membentuk efek emosional. Hamka menampilkan bahasa yang lembut, simbolik, dan religius sehingga pesan kemanusiaan, spiritualitas, dan nilai moral dapat tersampaikan melalui kekuatan estetik bahasa. Penelitian ini menegaskan bahwa gaya bahasa dalam novel tidak hanya memiliki fungsi estetika, tetapi juga memiliki  daya persuasif emosional yang memperkuat makna cerita dan pengalaman batin pembaca. Temuan ini memperkaya kajian stilistika sastra Indonesia khususnya terkait hubungan antara bentuk bahasa, fungsi retorika, dan efek emosional dalam karya sastra.
STRATEGI MITOS DALAM MEMBENTUK HARAPAN DAN KEGAGALAN: KAJIAN ROLAND BARTHES PADA NOVEL ORANG-ORANG BIASA Sinaga, Citra Dewi; Celia, Najwah Laras; Purba, Hotma Uhur; Salsabila, Amanda Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v9i1.1395

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis strategi mitos dalam membentuk harapan dan kegagalan pada novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata dengan menggunakan semiotika Roland Barthes. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan makna denotasi, konotasi, dan mitos yang merepresentasikan kehidupan masyarakat marginal dalam novel. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan intensif dan pencatatan kutipan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel merepresentasikan tokoh-tokoh dari kelas sosial bawah yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, pendidikan, dan sosial. Makna denotatif menampilkan kemiskinan, perjuangan, dan kegagalan hidup, sedangkan makna konotatif menunjukkan adanya ketertindasan sosial, kepasrahan, dan solidaritas kelompok marginal. Pada tingkat mitos, ditemukan pandangan bahwa kegagalan dan keterbatasan dianggap sebagai bagian alami dari kehidupan masyarakat kecil, sementara pendidikan diposisikan sebagai jalan perubahan sosial.