Studi ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana kecemasan muncul pada diri siswa ketika mengikuti pembelajaran matematika, serta mengidentifikasi faktor-faktor pemicunya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berjenis deskriptif. Pelaksanaan penelitian bertempat di SMP Negeri 3 Tondano pada semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026. Partisipan penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 41 orang dari dua rombongan belajar (VII A dan VII B). Pengambilan data dilakukan dengan instrumen angket berskala Likert. Angket gejala kecemasan matematika mencakup empat dimensi, yakni dimensi fisiologis, kognitif, afektif, dan perilaku. Sementara itu, angket faktor kecemasan mengacu pada tiga aspek: disposisi kepribadian siswa, pengaruh guru, serta kondisi lingkungan dan sosial. Data angket kemudian diperkaya melalui wawancara mendalam dan penelusuran dokumentasi nilai akademik. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa hampir seluruh siswa menunjukkan tanda-tanda kecemasan; sebagian dari mereka mampu menghadapinya dan tetap mencapai prestasi yang memuaskan, sedangkan sebagian lainnya tidak berhasil mengendalikan kecemasan sehingga perolehan belajarnya terhambat. Dari seluruh gejala yang ditemukan, gejala kognitif terutama munculnya persepsi negatif terkait kemungkinan gagal dalam matematika merupakan yang paling dominan.
Copyrights © 2026