Penelitian ini bertujuan untuk mengukur daya saing ekspor kakao olahan Indonesia di pasar Filipina dibandingkan dengan Malaysia, Singapura, dan Amerika selama periode 2015–2024 pada produk pasta kakao (HS 1803), bubuk kakao (HS 1805), dan cokelat olahan (HS 1806). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari International Trade Centre (ITC). Data dianalisis menggunakan Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamics (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga produk kakao olahan Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar Filipina dengan rata-rata RCA > 1. Meskipun nilai RCA pada produk cokelat olahan relatif lebih moderat, keunggulan komparatif tersebut pada kenyataannya belum berjalan beriringan dengan penguatan pangsa pasar secara konsisten. Hasil analisis EPD, menggolongkan Indonesia cenderung berada pada kuadran lost opportunity, sedangkan negara pesaing berada di posisi retreat dan falling star. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan strategi yang berorientasi pada peningkatan pangsa pasar melalui konsistensi mutu dan spesifikasi produk, pemenuhan regulasi pasar, serta keandalan pasokan dan pengiriman.
Copyrights © 2026