Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa
Vol 9, No 1 (2026): APRIL

PEMBINAAAN ROHANI PELAJAR KATOLIK MELALUI REKOLEKSI DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 SUNGAI RAYA DAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 7 PONTIANAK UTARA

Lukas Ahen (Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak)
Gustaf Hariyanto (Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak)
Florensius Sutami (Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak)
Semi Semi (Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak)



Article Info

Publish Date
30 Apr 2026

Abstract

ABSTRACTEducation should not focus solely on academics but also on developing students' character and spirituality. In Catholic education, strengthening students' faith is a crucial element, particularly in multicultural environments. One way to achieve this goal is through recollection activities, designed to help students reflect on the values of faith in their daily lives and bear witness to the diversity of the school environment. Recollection is not merely an activity but also an effective means of enhancing the faith and spirituality of Catholic students. The method used in community service (PkM) is an interactive, reflective, and participatory lecture, aimed at helping participants understand and implement the values of faith and love in diversity. Through this approach, it is hoped that students will become witnesses of Christ with love and tolerance amidst diversity. One implementation method is a focus group discussion (FGD). The most memorable experience of recollection is the opportunity for self-reflection and the sharing of experiences, in which students recognize the value of diversity and the importance of their relationships with God and others within a diverse environment. Keywords: education, spirituality, Focus Group Discussion, reflection, recollection ABSTRAKPendidikan seharusnya tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan spiritualitas siswa. Dalam konteks pendidikan Katolik, penguatan iman siswa menjadi elemen yang sangat penting, terutama di lingkungan yang multikultural. Salah satu cara untuk mencapai tujuan ini adalah melalui kegiatan rekoleksi, yang dirancang untuk membantu siswa merenungkan nilai-nilai iman dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan kesaksian dalam suasana keberagaman sekolah. Rekoleksi bukan hanya sekadar kegiatan, tetapi juga sarana yang efektif untuk meningkatkan iman dan spiritualitas siswa Katolik. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat (PkM) adalah ceramah interaktif, reflektif, dan partisipatif, yang bertujuan agar peserta dapat memahami serta mengimplementasikan nilai-nilai iman dan kasih dalam keragaman. Melalui pendekatan ini, diharapkan siswa dapat menjadi saksi Kristus dengan penuh kasih dan toleransi di tengah keragaman. Salah satu metode pelaksanaan adalah diskusi kelompok terfokus (FGD). Pengalaman paling berkesan dari rekoleksi adalah kesempatan untuk refleksi diri dan berbagi pengalaman, di mana siswa menyadari keunikan keberagaman dan pentingnya hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama dalam lingkungan yang beragam. Kata kunci: pendidikan, spiritualitas, Focus Group Discussion, refleksi, rekoleksi

Copyrights © 2026