Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan: (1) Bagaimana pengelolaan di lembaga PKBM Pioneer, (2) Apa saja faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pengelolaan di lembaga PKBM Pioneer, (3) Bagaimana tingkat keberhasilan pelaksanaan program berdasarkan pengelolaan di lembaga PKBM Pioneer. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini adalah pengelola, tutor, warga belajar, dan masyarakat sekitar PKBM Pioneer. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti merupakan instrumen utama dalam melakukan penelitian yang dibantu oleh pedoman observasi, pedoman wawancara, dan pedoman dokumentasi. Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah display data, reduksi data, dan pengambilan kesimpulan. Trianggulasi yang digunakan untuk menjelaskan keabsahan data dengan menggunakan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pengelolaan PKBM Pioneer dilakukan melalui beberapa tahap yaitu perencanaan dengan musyawarah mufakat dan membagi program menjadi pokok serta penunjang, pengorganisasian dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, penggerakan menggunakan pendekatan kesejawatan dan produktivitas, pembinaan dilakukan oleh Dinas Pendidikan dengan monitoring dan evaluasi sedangkan di internal PKBM Pioneer lebih bersifat luwes, evaluasi menggunakan instrument dari dinas terkait. (2) Faktor pendukung yang mempengaruhi dalam pengelolaan PKBM Pioneer yaitu: (a) Dukungan dari Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, (b) Dukungan dari masyarakat sekitar, (c) Popularitas lembaga, (d) Kepercayaan lembaga mitra, (e) Komitmen Pengelola, (f) Fasilitas yang memadai, (g) Motivasi belajar yang tinggi, (h) Adanya program pengembangan unit usaha sebagai bentuk lapangan pekerjaan bagi warga belajar dan (i) Keikutsertaan pengelola dalam diklat dan workshop. Sedangkan yang menjadi Faktor penghambat adalah pendanaan dan konsep belajar warga belajar tentang pendidikan sepanjang hayat masih kurang. (3) Keberhasilan pengelolaan antara lain: (a) partisipasi masyarakat yang terlibat relatif tinggi, (b) program bermanfaat bagi masyarakat, (c) mutu dan relevansi program terhadap kebutuhan masyarakat, (d) terciptanya kemandirian dan keberlanjutan lembaga.
Copyrights © 2026