Penelitian ini menganalisis peran militansi pelayan Kristus—yang dimaknai sebagai keteguhan iman, disiplin rohani, kesetiaan pelayanan, dan keberanian moral—dalam membentuk kepemimpinan dan gereja yang tangguh di era digital. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui kajian literatur dan refleksi kontekstual atas realitas gereja Indonesia, penelitian mengidentifikasi tantangan utama seperti banjir informasi, budaya populer yang sekuler, serta kebutuhan pemimpin yang cakap digital dan kokoh spiritual. Hasil penelitian menunjukkan militansi relevan sebagai solusi atas krisis kepemimpinan yang ditandai integritas lemah, pragmatisme pelayanan, dan disiplin rohani yang rendah. Gereja yang tangguh di era digital berhasil mengintegrasikan militansi iman dengan inovasi digital, menjadikan teknologi bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruang spiritual bagi persekutuan dan misi. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pembentukan pemimpin dan gereja di Indonesia perlu mengintegrasikan disiplin spiritual, literasi digital, dan kepemimpinan transformatif. Kontribusi penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pengembangan teologi praktis dalam konteks Indonesia serta wacana akademik global tentang kepemimpinan Kristen di era digital.
Copyrights © 2026