Penelitian ini mengevaluasi kelayakan program bilingual Thai-Melayu pada sekolah swasta Islam di Thailand Selatan melalui analisis biaya-manfaat berbasis studi pustaka. Kajian difokuskan pada hubungan antara biaya tambahan program, hasil belajar, keberlanjutan kelembagaan, dan manfaat sosial-budaya bagi komunitas Melayu-Patani. Data diperoleh dari artikel ilmiah, tesis, laporan UNICEF, publikasi UNESCO, serta dokumen yang membahas pendidikan Islam dan pendidikan multibahasa di Thailand Selatan. Analisis dilakukan melalui identifikasi biaya langsung, biaya tidak langsung, biaya kesempatan, manfaat akademik, manfaat ekonomi, manfaat kelembagaan, dan manfaat kultural, kemudian disusun dalam matriks pemangku kepentingan dan horizon waktu. Hasil kajian menunjukkan bahwa komponen biaya terbesar berasal dari penyediaan guru multibahasa, pengembangan kurikulum, produksi bahan ajar, pelatihan, evaluasi pembelajaran, dan koordinasi dengan komunitas. Manfaat utama meliputi penguatan literasi awal, transisi yang lebih terarah menuju bahasa Thai, peningkatan partisipasi belajar, penguatan kepercayaan orang tua, pelestarian bahasa Melayu-Patani, dan peluang mobilitas pendidikan. Secara indikatif, manfaat jangka menengah dan panjang berpotensi melampaui biaya tambahan apabila program memiliki standar kompetensi guru, pembagian fungsi bahasa yang jelas, pendanaan berkelanjutan, serta sistem evaluasi hasil belajar. Namun, penelitian ini tidak menghasilkan rasio manfaat-biaya numerik karena keterbatasan data anggaran sekolah dan data pelacakan lulusan. Temuan menawarkan kerangka evaluasi yang lebih realistis bagi pengelola sekolah dan pembuat kebijakan untuk menilai efisiensi program tanpa mengabaikan nilai identitas, kohesi sosial, dan inklusi pendidikan.
Copyrights © 2026