Penelitian ini bertujuan menganalisis saluran pemasaran bawang merah di Kabupaten Enrekang, khususnya Kecamatan Masalle, melalui identifikasi kondisi internal dan eksternal serta perumusan strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik petani dan lembaga pemasaran. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara kepada petani, pedagang pengumpul, pengecer, serta pelanggan, sedangkan data sekunder berasal dari literatur dan instansi terkait. Analisis dilakukan menggunakan kerangka SWOT untuk memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pemasaran bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama terletak pada pengalaman petani, hubungan kepercayaan dengan pengepul, dukungan koperasi dan pedagang lokal, kapasitas produksi pada musim panen, serta preferensi konsumen terhadap produk lokal. Kelemahannya meliputi ketergantungan pada tengkulak, belum tersedianya fasilitas penyimpanan, kualitas produk yang belum konsisten, lemahnya posisi tawar petani, dan pemasaran yang masih dilakukan secara individual. Peluang pemasaran berasal dari tingginya permintaan di Makassar dan Palopo, berkembangnya pasar modern, potensi pembentukan koperasi, serta akses transportasi yang semakin terbuka. Ancaman utama berupa fluktuasi harga, cuaca buruk, persaingan produk luar daerah, keterbatasan informasi asal produk, dan ketergantungan pada pasar utama. Strategi yang direkomendasikan mencakup penguatan kelembagaan petani, standardisasi kualitas, penyediaan fasilitas pascapanen, perluasan pasar, pemanfaatan pemasaran digital, pengaturan jadwal tanam, dan pengembangan kontrak pemasaran. Penerapan strategi tersebut diharapkan memperpendek saluran pemasaran, meningkatkan posisi tawar petani, serta menciptakan sistem pemasaran bawang merah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026