Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kemudahan dan penerimaan penggunaan smart card pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Smart card digunakan sebagai media elektronik untuk mendukung pencatatan data kendaraan, identitas pengguna, dan transaksi pelayanan transportasi, sehingga keberhasilan penerapannya sangat ditentukan oleh persepsi serta niat pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 94 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Variabel yang dianalisis meliputi Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, dan Behavioral Intention to Use. Data diolah menggunakan SPSS versi 25 dan dianalisis melalui Structural Equation Modeling untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai factor loading yang memadai, dengan nilai Average Variance Extracted antara 0,623 sampai 0,699 dan Composite Reliability antara 0,766 sampai 0,829. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Attitude Toward Using memberikan pengaruh positif terhadap Behavioral Intention to Use. Pengaruh terbesar ditunjukkan oleh Perceived Ease of Use dengan total effect 0,305, diikuti Perceived Usefulness sebesar 0,264 dan Attitude Toward Using sebesar 0,223. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan pengoperasian, manfaat yang dirasakan, dan sikap positif pengguna merupakan faktor penting dalam meningkatkan penerimaan smart card. Dinas Perhubungan perlu menyederhanakan fitur, meningkatkan keandalan antarmuka, serta memperkuat pelatihan dan sosialisasi agar penggunaan smart card dapat berlangsung secara berkelanjutan dan inklusif.
Copyrights © 2026