Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Digitalisasi Pemasaran Kain Tenun Desa Kalena Wanno: Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Web Marselina Anjela Bangnga; Ardiyanto Dapadeda; Felysitas Ema Ose Sanga
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 4 (2026): OCTOBER 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i4.6607

Abstract

Sumba woven fabrics have developed into a global market commodity sought after by collectors and tourists. However, artisans in Kalena Wanno Village still face limitations in traditional marketing channels. This study aims to develop a website as a means of promotion and sales to expand market access and improve the welfare of local artisans through technology use. The research method used is descriptive qualitative with a Waterfall model system development approach. The results show that the application of the "Tenun Kalena Wanno" website has successfully provided broader promotion and transactions through a public catalog feature accessible without time and geographical restrictions. This website effectively connects artisans directly with consumers, thereby strengthening the economic independence of the village community through digitization of cultural heritage. The system supports transparent pricing and eliminates intermediary chains, allowing artisans to gain direct financial benefits.
Pemodelan Sistem Pakar Untuk Menentukan Penyakit Diabetes Melitus Menggunakan Metode Forward Chaining Maria Imakulata Malo; Friden Elefri Neno; Felysitas Ema Ose Sanga
Journal of Computer Science and Technology (JOCSTEC) Vol 3 No 2 (2025): JOCSTEC - Mei
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jocstec.v3i2.421

Abstract

Sistem pakar dengan metode forward chaining dapat membantu dalam mendiagnosis Diabetes Mellitus dengan lebih cepat dan akurat. Dengan mengumpulkan gejala dan informasi dari pasien, sistem ini dapat memproses data. Dengan alasan-alasan ini, pengembangan sistem pakar untuk diagnosis Diabetes Mellitus menggunakan metode forward chaining memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta mendorong deteksi dini dan pencegahan penyakit. Kesenjangan antara pasien dan dokter merupakan salah satu kesulitan yang dihadapi industri medis. Selain itu, sebagian besar masyarakat tidak terlatih dalam bidang kedokteran, jadi ketika mereka menyadari gejala suatu penyakit, mereka mungkin tidak tahu cara mengobatinya dengan tepat. Sangat disayangkan bahwa ketidaktahuan dapat menyebabkan gejala yang dapat diobati sejak dini berkembang menjadi penyakit yang lebih serius. Memperoleh pengetahuan ini tidaklah mudah, karena butuh waktu untuk memahaminya, dan sumber daya ini mungkin tidak sebaik dokter dalam mendiagnosis kondisi. Model Waterfall adalah metodologi pengembangan sistem yang digunakan. Mempertimbangkan pembicaraan yang telah dilakukan.
Analisis Tingkat Kemudahan Penggunaan Smart Card pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat Menggunakan TAM Apliana Dada Bada; Ardiyanto Dapadeda; Felysitas Ema Ose Sanga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.7432

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kemudahan dan penerimaan penggunaan smart card pada Dinas Perhubungan Kabupaten Sumba Barat dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Smart card digunakan sebagai media elektronik untuk mendukung pencatatan data kendaraan, identitas pengguna, dan transaksi pelayanan transportasi, sehingga keberhasilan penerapannya sangat ditentukan oleh persepsi serta niat pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 94 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Variabel yang dianalisis meliputi Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, dan Behavioral Intention to Use. Data diolah menggunakan SPSS versi 25 dan dianalisis melalui Structural Equation Modeling untuk menguji validitas, reliabilitas, serta hubungan antarvariabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh indikator memiliki nilai factor loading yang memadai, dengan nilai Average Variance Extracted antara 0,623 sampai 0,699 dan Composite Reliability antara 0,766 sampai 0,829. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Attitude Toward Using memberikan pengaruh positif terhadap Behavioral Intention to Use. Pengaruh terbesar ditunjukkan oleh Perceived Ease of Use dengan total effect 0,305, diikuti Perceived Usefulness sebesar 0,264 dan Attitude Toward Using sebesar 0,223. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan pengoperasian, manfaat yang dirasakan, dan sikap positif pengguna merupakan faktor penting dalam meningkatkan penerimaan smart card. Dinas Perhubungan perlu menyederhanakan fitur, meningkatkan keandalan antarmuka, serta memperkuat pelatihan dan sosialisasi agar penggunaan smart card dapat berlangsung secara berkelanjutan dan inklusif.