Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kepuasan kerja melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan di wilayah Solo Raya. Kepuasan kerja penting dalam manajemen SDM karena berkaitan dengan produktivitas, kinerja, loyalitas, dan kelangsungan organisasi; oleh sebab itu dibutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif dengan survei dan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel berjumlah 70 responden yang dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria penelitian. Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Selain itu, kedua variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Kompensasi teridentifikasi sebagai faktor paling dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja dibanding variabel lain. Namun, motivasi kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Uji mediasi mengungkap bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan serta kompensasi dengan kepuasan kerja. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkaya kajian mengenai kepemimpinan, kompensasi, motivasi kerja, dan kepuasan kerja pada konteks organisasi di Indonesia. Temuan ini menandakan bahwa upaya meningkatkan kepuasan kerja lebih efektif dilakukan secara langsung melalui penerapan gaya kepemimpinan yang tepat dan pemberian kompensasi yang adil serta kompetitif, ketimbang mengandalkan motivasi kerja sebagai perantara. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi organisasi dalam merancang strategi pengelolaan SDM yang lebih efektif.
Copyrights © 2026