Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja melalui Motivasi Kerja Karyawan di Solo Raya Tamadar Khansa Habsari; Aziza Nur Riskiana; Latifah Nuraini Agustin; Indah Sholikhah; Muhammad Yusuf Ariyadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9716

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan dan kompensasi terhadap kepuasan kerja melalui motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada karyawan di wilayah Solo Raya. Kepuasan kerja penting dalam manajemen SDM karena berkaitan dengan produktivitas, kinerja, loyalitas, dan kelangsungan organisasi; oleh sebab itu dibutuhkan pemahaman lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang meningkatkan kepuasan kerja. Penelitian memakai pendekatan kuantitatif dengan survei dan analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Sampel berjumlah 70 responden yang dipilih secara purposive sampling sesuai kriteria penelitian. Hasil menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dan kompensasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Selain itu, kedua variabel tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Kompensasi teridentifikasi sebagai faktor paling dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja dibanding variabel lain. Namun, motivasi kerja tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Uji mediasi mengungkap bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi hubungan antara gaya kepemimpinan serta kompensasi dengan kepuasan kerja. Selain itu, penelitian ini memberikan kontribusi empiris dalam memperkaya kajian mengenai kepemimpinan, kompensasi, motivasi kerja, dan kepuasan kerja pada konteks organisasi di Indonesia. Temuan ini menandakan bahwa upaya meningkatkan kepuasan kerja lebih efektif dilakukan secara langsung melalui penerapan gaya kepemimpinan yang tepat dan pemberian kompensasi yang adil serta kompetitif, ketimbang mengandalkan motivasi kerja sebagai perantara. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi masukan bagi organisasi dalam merancang strategi pengelolaan SDM yang lebih efektif.
Pengaruh ERP Modul HR dan Regulasi Internal Perusahaan terhadap Proses Penentuan Manfaat dan Penilaian Kinerja Karyawan di Karanganyar Tamadar Khansa Habsari; Aziza Nur Riskiana; Dwi Wulandari; Latifah Nuraini Agustin; Diana Kurniawati; Indah Sholikhah; Muhammad Yusuf Ariyadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9717

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh modul Human Resources (HR) pada Enterprise Resource Planning (ERP) dan regulasi internal perusahaan terhadap proses penentuan manfaat serta penilaian kinerja karyawan di Karanganyar. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory research, studi ini menguji hubungan kausal antar variabel. Data diperoleh dari 53 responden melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SmartPLS 3, mencakup pengujian validitas, reliabilitas, dan hipotesis. Temuan menunjukkan bahwa modul ERP HR memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap proses penentuan manfaat dan penilaian kinerja, dengan p-value 0,000 dan T-statistik 3,778. Selain itu, regulasi internal perusahaan juga berpengaruh positif signifikan terhadap proses tersebut, tercermin dari p-value 0,032 dan T-statistik 2,202. Nilai R-Square sebesar 0,437 menandakan kedua variabel independen menjelaskan 43,7% variasi dalam proses penentuan manfaat dan penilaian kinerja, sementara sisa variasi dipengaruhi faktor lain di luar model. Kesimpulannya, penerapan ERP modul HR yang didukung regulasi internal yang jelas dan konsisten dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sumber daya manusia. Integrasi antara sistem dan kebijakan mendukung efisiensi operasional, transparansi proses, ketepatan data, serta objektivitas dalam menilai kinerja dan memberikan manfaat kepada karyawan. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi ERP yang disertai kebijakan internal yang terstruktur menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan SDM dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.