Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Upah Minimum Provinsi (UMP), dan rata-rata lama sekolah sebagai proksi modal manusia terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia selama periode 2009-2024. Penelitian menggunakan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta kementerian terkait. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS), yang didahului oleh pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pertumbuhan ekonomi, UMP, dan rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan terhadap TPT. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,838 menunjukkan bahwa 83,8% variasi TPT dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, yang mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran. UMP juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum tidak menyebabkan peningkatan pengangguran, melainkan berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong permintaan tenaga kerja. Sementara itu, rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT. Temuan ini mengindikasikan adanya fenomena pengangguran terdidik yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, selain mendorong pertumbuhan ekonomi dan kebijakan upah yang tepat, diperlukan peningkatan relevansi pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mendukung penurunan pengangguran secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026