Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) TERHADAP JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2009-2023 Ainun Saskia; Joko Suharianto
JURNAL ILMIAH EKONOMI DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 4 (2026): April
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jiem.v4i4.9387

Abstract

This study examines the relationship between unemployment rate, Human Development Index (HDI), and poverty levels in North Sumatra Province during the period 2009–2023. Poverty remains a multidimensional issue influenced by various socio-economic factors, including labor market conditions and human development quality. The objective of this research is to analyze both the partial and simultaneous effects of unemployment and HDI on the number of poor people. This study employs a quantitative approach using time series secondary data obtained from official statistical publications. The analysis is conducted using multiple linear regression with Ordinary Least Squares (OLS) method, supported by classical assumption tests to ensure model validity. The findings indicate that the unemployment rate has a positive but statistically insignificant effect on poverty, suggesting that unemployment does not directly determine poverty levels in the observed period. In contrast, HDI shows a negative and statistically significant effect on poverty, implying that improvements in education, health, and living standards effectively reduce poverty. Simultaneously, both variables significantly influence poverty, with the model explaining a substantial proportion of variation. These results highlight the dominant role of human development in poverty reduction and suggest that policies focusing on improving human capital are more effective than those solely targeting unemployment reduction.
Dilema Alokasi Anggaran Pelayanan Publik: Kajian Literatur tentang Trade-off dan Efektivitas Pemerintah : Penelitian Rachel Adeline Siagian; Ainun Saskia; Pany Iglesia M. Simamora; Adel Syesaria Agustin Daole; Masyura Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dilema alokasi anggaran pelayanan publik melalui studi literatur terhadap berbagai penelitian dan laporan resmi. Pemerintah sering menghadapi keterbatasan fiskal, tuntutan kebutuhan masyarakat yang beragam, serta tekanan regulasi yang membatasi fleksibilitas anggaran. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, dinamika trade-off, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas alokasi anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilema anggaran muncul akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang, antara efisiensi dan kualitas layanan, serta antara proses teknokratis dan dinamika politik. Selain itu, efektivitas anggaran sangat dipengaruhi oleh tata kelola pemerintahan, transparansi, partisipasi publik, penggunaan data dalam perencanaan, serta kemampuan birokrasi dalam mengimplementasikan program secara tepat sasaran. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan tata kelola, pemanfaatan teknologi informasi, dan penerapan penganggaran berbasis kinerja diperlukan agar alokasi anggaran mampu mendukung penyediaan layanan publik yang lebih efektif, responsif, dan berkelanjutan.
Determinan Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia: Bukti Empiris dari Pertumbuhan Ekonomi, Upah Minimum Provinsi, dan Modal Manusia Tahun 2009-2024 Ainun Saskia; Zackya Hayati Lubis; Lidya Vanya F. Sihombing; Ledi Marina Purba; Nela Permata sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Upah Minimum Provinsi (UMP), dan rata-rata lama sekolah sebagai proksi modal manusia terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia selama periode 2009-2024. Penelitian menggunakan data sekunder time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta kementerian terkait. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS), yang didahului oleh pengujian asumsi klasik untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pertumbuhan ekonomi, UMP, dan rata-rata lama sekolah berpengaruh signifikan terhadap TPT. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,838 menunjukkan bahwa 83,8% variasi TPT dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen dalam model, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, yang mengindikasikan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja dan menurunkan tingkat pengangguran. UMP juga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap TPT, menunjukkan bahwa kenaikan upah minimum tidak menyebabkan peningkatan pengangguran, melainkan berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat sehingga mendorong permintaan tenaga kerja. Sementara itu, rata-rata lama sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap TPT. Temuan ini mengindikasikan adanya fenomena pengangguran terdidik yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan pasar kerja. Oleh karena itu, selain mendorong pertumbuhan ekonomi dan kebijakan upah yang tepat, diperlukan peningkatan relevansi pendidikan agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta mendukung penurunan pengangguran secara berkelanjutan.