Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan di Sumatera Utara Tahun 2005-2024: Penelitian Adel Syesaria Agustin Daole; Rachel Adeline Siagian; Tasya Oren Sagala; Yesi Veronika Simarmata; Nela Permata Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap Persentase Penduduk Miskin (PPM) di Provinsi Sumatera Utara periode 2005–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Variabel yang digunakan meliputi Persentase Penduduk Miskin (PPM) sebagai variabel dependen, serta Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebagai variabel independen. Data dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS), yang didahului oleh uji asumsi klasik berupa uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan kelayakan model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Persentase Penduduk Miskin (PPM), yang mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat mampu menurunkan tingkat kemiskinan. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Persentase Penduduk Miskin (PPM), yang menunjukkan bahwa peningkatan jumlah pengangguran cenderung meningkatkan tingkat kemiskinan. Secara simultan, IPM dan TPT berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Sumatera Utara dengan kontribusi sebesar 89,10%.
Pengaruh Rasio Upah Rata-Rata Per Jam Pekerja Menurut Jenis Kelamin dan Rata Rata Lama Sekolah Terhadap Tingkat Pengangguran Terbuka di Provinsi Sumatera Utara: Penelitian Alexa Angelica Nababan; Afriyani Elizabet Sitorus; Muammar El Zaidan; Jessica Simanungkalit; Nela Permata Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6670

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio upah rata-rata per jam pekerja menurut jenis kelamin dan rata-rata lama sekolah terhadap tingkat pengangguran terbuka di Provinsi Sumatera Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda (Ordinary Least Squares/OLS). Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series periode 2010–2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dan BPS Indonesia. Variabel penelitian terdiri atas rasio upah rata-rata per jam pekerja menurut jenis kelamin sebagai variabel independen pertama, rata-rata lama sekolah sebagai variabel independen kedua, serta tingkat pengangguran terbuka sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio upah rata-rata per jam pekerja menurut jenis kelamin berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Sementara itu, rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Secara simultan, kedua variabel independen tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran terbuka. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 37,46 persen menunjukkan bahwa variasi tingkat pengangguran terbuka dapat dijelaskan oleh variabel dalam model sebesar 37,46 persen, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Pengaruh Kualitas Pendidikan dan Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Sumatera Utara: Penelitian Selpiana; Claudia Tabitha Panjaitan; Adika Sanjaya; Nela Permata Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6713

Abstract

Pertumbuhan ekonomi adalah indikator kunci untuk menilai sejauh mana pembangunan suatu wilayah berhasil. Beragam faktor memengaruhi pertumbuhan ekonomi, termasuk mutu pendidikan dan tingkat pengangguran yang terbuka. Pendidikan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, produktivitas tenaga kerja, serta kemampuan masyarakat untuk mengadopsi teknologi dan inovasi baru. Di sisi lain, tingginya angka pengangguran terbuka dapat menghalangi aktivitas ekonomi karena menunjukkan bahwa pemanfaatan tenaga kerja belum berjalan dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh mutu pendidikan dan angka pengangguran terbuka terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diambil dari publikasi Badan Pusat Statistik. Analisis dilakukan melalui metode regresi linear berganda menggunakan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang hubungan antara mutu pendidikan, tingkat pengangguran terbuka, dan pertumbuhan ekonomi, yang bisa menjadi pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Pengaruh Pengeluaran Pemerintah dan Investasi Terhadap PDRB HK di Provinsi Sumatera Utara: Penelitian Monika Caramoy Sitorus; Selpiana Selpiana; Rouli Pranatalia Simnjuntak; William Barker Hutabarat; Muhammad Alhasymi Matondang
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4595

Abstract

This study aims to analyze the effect of government expenditure and investment on the Constant Price Gross Regional Domestic Product (PDRB) in North Sumatra Province. A quantitative approach with multiple linear regression design was used, with government expenditure and investment as independent variables and PDRB as the dependent variable. Secondary data from 2010 to 2024 were collected from the Central Statistics Agency of North Sumatra Province. The analysis was conducted using Ordinary Least Squares (OLS) estimation, including classical assumption tests, partial (t) and simultaneous (F) significance tests, and determination coefficient (R²). The results indicate that government expenditure has a positive and significant effect on PDRB, investment also exerts a positive and significant effect, and together both variables have a significant simultaneous impact on regional economic growth. These findings emphasize the importance of coordinating fiscal policies and investment strategies to promote sustainable economic growth. The study provides empirical evidence that can serve as a reference for regional governments in designing more efficient and effective development policies and budget allocation to enhance production capacity and public welfare.
Multiple Correlation Analysis of the Number of E-Commerce Entrepreneurs, Digital Literacy, and GDP per Capita on E-Commerce Transaction Value in Indonesia in 2020–2023 Loranty Folia Simanjuntak; Shintami Oktavia; Anggi Pratiwi Sitorus; Muhammad Alhasymi Matondang
Outline Journal of Economic Studies Vol. 4 No. 2: April-September 2025
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/yp6f4c72

Abstract

This study aims to evaluate the relationship between the number of e-commerce entrepreneurs, digital literacy level, and GDP per capita on the e-commerce transaction value in Indonesia from 2020 to 2023. The approach used in this research is multiple correlation analysis, using secondary data obtained from BPS, the Ministry of Communication and Information Technology, and the Indonesian E-Commerce Association (idEA). The findings of this study indicate that all three independent variables have a very strong relationship with the e-commerce transaction value, evidenced by an R² value of 1.000 which shows that 100% of the variance in transaction value can be explained by the combination of these three variables. In separate analysis, GDP per capita has the most significant impact (97.5%), followed by digital literacy (93.1%), and the number of e-commerce entrepreneurs (80.9%). This result indicates that the development of the digital economy in Indonesia is greatly influenced by the purchasing power of the community, understanding of digital technology, and the presence of online business actors.
The Impact of Digitalization of Payment Systems on Inflation Stability in Indonesia Shintami Oktavia; Loranty Folia Simanjuntak; Muhammad Alhasymi Matondang; Richna Handriyani
Outline Journal of Economic Studies Vol. 4 No. 2: April-September 2025
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/s8fkj958

Abstract

This study aims to analyze the impact of payment system digitization on inflation stability in Indonesia during the period 2015 - 2024 using a qualitative approach. The main focus of this research is to examine how digital transformation in the payment system, especially through the use of e-money, QRIS, debit cards, and credit cards can contribute to changes in transaction patterns in society and its implications for the inflation rate. Digital transformation in the national payment system, such as the increasing use of QRIS, e-money, and other non-cash payment methods has changed people's transaction behavior and strengthened the effectiveness of inflation control policies. Digitalization accelerates transaction efficiency, lowers the amount of distribution costs, and expands financial inclusion. It also collectively contributes to price stability. However, there are challenges such as digital infrastructure gaps and financial literacy that still need to be improved, so that the benefits of digitalization can be used by many people as users. The results of this study confirm that the digitization of payment systems is a strategic instrument in maintaining Indonesia's macroeconomic stability, as long as there is synergistic policy support and continuous education.
The Effect of Life Expectancy, Open Unemployment Rate, and Government Spending in The Education Sector on The Human Development Index in North Sumatra Province, Indonesia Muhammad Alhasymi Matondang Hasymi; Muhammad Abdi; Fahmi Apriyansyah Siregar; Runggu Sihombing; Jonathan Brando Saragi; Nadia Enjel Lina Silalahi
Outline Journal of Economic Studies Vol. 4 No. 2: April-September 2025
Publisher : Outline Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61730/gceqet48

Abstract

This study aims to analyze the effect of Life Expectancy Rate (AHH), Open Unemployment Rate (TPT), and Government Expenditure in the Education sector on Human Development Index (HDI) in North Sumatra Province in the period 2010-2024. This research uses a quantitative approach with a literature study method. The data used is secondary time series data obtained from the publication of Badan Pusat Statistik (BPS). The analysis technique used is multiple linear regression with the help of E-Views 10 software. Tests were carried out through the classical assumption test, the coefficient of determination test, the simultaneous F test, and the partial t test. The results showed that simultaneously the three independent variables had a significant effect on HDI. Partially, AHH and government spending in the education sector have a positive and significant effect on HDI, while TPT has a negative and significant effect. The Adjusted R-squared value of 0.985 indicates that the model is able to explain 98.5% of the variation in HDI. This finding confirms that improving the quality of health, reducing unemployment, and investing in the education sector are important factors in supporting sustainable human development in North Sumatra Province.
Ekonomi Politik Kebijakan Perdagangan Era Prabowo: Intervensi Pasar Dalam Program Swasembada Pangan Armin Rahmansyah Nasution; Muhammad Alhasymi Matondang; Mentari Syahputri Purba
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7699

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan perdagangan yang diterapkan selama era kepemimpinan Prabowo Subianto dan bagaimana intervensi pasar dalam sektor pangan mempengaruhi ekonomi politik Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dan mengumpulkan data dari berbagai sumber, termasuk data perdagangan komoditas pangan, kebijakan perdagangan yang diterbitkan oleh pemerintah, laporan Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan, serta berbagai studi akademik yang relevan. Dalam menganalisis intervensi pasar, penelitian ini juga mempertimbangkan faktor-faktor politik dan sosial yang mempengaruhi kebijakan perdagangan. Pemerintah melakukan beberapa langkah strategis untuk mencapai swasembada pangan melalui kebijakan perdagangan proteksionis, seperti pembatasan impor beras dan komoditas strategis lainnya, penguatan peran BUMN dalam distribusi pangan, penerapan harga referensi untuk stabilisasi harga domestik, dan pemberian insentif bagi petani serta industri pengolahan pangan lokal. Intervensi ini menandai pergeseran orientasi kebijakan dari hilirisasi berbasis ekspor menuju ketahanan pangan berbasis produksi domestik.
Modal Manusia dan Pengangguran sebagai Determinan Output Ekonomi Provinsi Sumatera Utara Sity Khofifah Hanif; Yendita Pakpahan; William Barker Hutabarat; Nela Permata Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal manusia dan pengangguran sebagai determinan output ekonomi di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2010-2024. Modal manusia diproksikan melalui Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang mencerminkan kualitas sumber daya manusia, sedangkan kondisi pasar tenaga kerja direpresentasikan oleh Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Output ekonomi diukur menggunakan Produk Domestik Regional Bruto atas Dasar Harga Konstan (PDRBHK). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran kualitas sumber daya manusia dan penyerapan tenaga kerja dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Peningkatan pendidikan diyakini dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja, sementara tingginya tingkat pengangguran berpotensi menghambat proses produksi dan aktivitas ekonomi. Data yang digunakan merupakan data sekunder berbentuk time series yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS). Sebelum dilakukan estimasi, model terlebih dahulu diuji melalui serangkaian uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, autokorelasi, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas untuk memastikan validitas model yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rata-rata Lama Sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRBHK dengan koefisien sebesar 0,8064. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka berpengaruh negatif dan signifikan terhadap PDRBHK dengan koefisien sebesar -0,0476. Secara simultan, kedua variabel mampu menjelaskan variasi output ekonomi sebesar 99,42% yang ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,994206. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan serta pengurangan tingkat pengangguran merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan output ekonomi dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Provinsi Sumatera Utara.
Pengaruh Pengangguran dan Upah Minimum Provinsi terhadap Kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara Monika Caramoy Sitorus; Olivia Damayanti Marpaung; Renaldi Enriko Sigalingging; Pany Iglesia M Simamora; Nela Permatasi Sari Lubis; Muhammad Alhasymi Matondang
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengangguran dan Upah Minimum Provinsi (UMP) terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2010–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk deret waktu (time series) yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara dan Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Sumatera Utara. Variabel yang digunakan meliputi jumlah penduduk miskin sebagai variabel dependen, serta pengangguran dan Upah Minimum Provinsi sebagai variabel independen. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pengangguran berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas sebesar 0,6336 (> 0,05). Sementara itu, Upah Minimum Provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemiskinan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0002 (< 0,05).Secara simultan, pengangguran dan Upah Minimum Provinsi berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan yang ditunjukkan oleh nilai F-statistic sebesar 15,64310 dengan probabilitas sebesar 0,000454 (< 0,05). Nilai Adjusted R-Squared sebesar 0,7277 menunjukkan bahwa 72,77% variasi kemiskinan dapat dijelaskan oleh variabel pengangguran dan Upah Minimum Provinsi, sedangkan sisanya sebesar 27,23% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kebijakan peningkatan upah minimum memiliki peran penting dalam menurunkan kemiskinan, sedangkan upaya pengurangan pengangguran perlu diiringi dengan peningkatan kualitas pekerjaan dan pendapatan masyarakat agar mampu memberikan dampak yang lebih efektif terhadap penurunan tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara.