Penelitian ini dikakukan untuk mengetahui peran kepuasan kerja sebagai faktor yang memediasi atau menghubungkan antara motivasi kerja dan lingkungan kerja terhadap tingkat kinerja pegawai di Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang. Digunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berjumlah 75 orang responden dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh . Data didapaatkan melalui proses kuesioner berbasis Skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan desain PLS-SEM yaitu Partial Least Squares-Structural Equation Modeling. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa motivasi kerja berdampak positif dan signifikan terhadap hasil kinerja pegawaai serta tingkat kepuasan mereka dalam bekerja. Sebaliknya, lingkungan kerja hanya berdampak positif, dan tidak signifikan terhadap kedua variabel tersebut. Selain itu, kepuasan kerja tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai dan juga tidak dapat bertindak sebagai variabel yang memediasi hubungan antara motivasi kerja, lingkungan kerja, terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan hasil kerja karyawan lebih dipengaruhi oleh tingkat motivasi kerja mereka dibandingkan hal-hal lainnya. Oleh karena itu, organisasi harus memaksimalkan berbagai cara yang dapat meningkatkan semangat kerja karyawan agar membantu mencapai hasil kerja yang lebih baik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pengelolaan SDM yang lebih efektif, fleksibel, dan mampu meningkatkan prestasi kerja pegawai.
Copyrights © 2026