Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

CHARACTERIZATION AND KINETIC ADSORPTION OF THE DIFFERENT SOURCES ACTIVATED CARBON FOR LIQUID-PHASE ADSORPTION -, Sutrisno; -, Yusnaidar
Jurnal Riset Kimia Vol 2, No 1 (2008): September
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrk.v2i1.107

Abstract

 ABSTRACT The activated carbon from oil-palm stones of agriculural by-products from palm-oil mills in several tropical countries, a coconut shells and a solid waste exploring coals mining (ex-coal mining) were studied in this paper. The activated and characterized carbon are carried out both chemical and adsorptive properties. The different chemical activators such as H3PO4, KOH, H2SO4 in the different ratio and also different temperature from 550° to 850°C was done. The adsorptive properties are including the textural properties of the activated carbons are investigated. It was found that the temperature and hold time had significantly influences on the surface area and pore size in the distribution of the activated carbon. The optimum conditions for preparing these activated carbons from chars. paralyzed at 600°C to derive the highest specific surface areas were found to be an activation temperature of 750°C for phenol adsorption of KOH for carbon from coconut shells, H3PO4 for oil palm stone and ex-coal mining activator in 850°C. For chemical characterization, AAS and a Fourier transform infrared (FTIR) spectroscopy were used to identify the inorganic components and surface organic functional groups of the activated carbons, respectively. For the determination of the adsorptive capacity of the activated carbons, adsorption of phenol was carried out using spectrophotometric analyses. Experimental results showed that phenol and iodine could be adsorbed effectively by the three different activated carbons. The adsorptive capacity of these activated carbons was comparable with those of some commercial activated carbons by using Juan, R-S et al’s model[1]. Keywords: activated carbon, oil palm stone, coconout shell, ex-coal maining, phenol reduction, kinetic adsorption, adsorptive capacity
STUDY AWAL KARAKTERISASI SENSOR WARNA TC3200 UNTUK MENENTUKAN KADAR KAFEIN PADA KOPI Heriyanti Heriyanti; Samsidar Samsidar; Iful Amri; Jesi Pebralia; Rustan Rustan; Linda Handayani; Mardian Peslinof; Desi Ayundari; Sutrisno Sutrisno
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 7 No. 1 (2021): JOP (Journal Online of Physics) Vol 7 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v7i1.15286

Abstract

Pengukuran kadar kafein saat ini dibutuhkan agar penggunaan/konsumsi kopi sesui dengan dosis yang dibutuhkan, akan tetapi, sulitnya karakterisasi dan uji kimia dalam penentuan kadar kafein menjadi hambatan untuk mengetahui dosis kafein secara cepat dan tepat. Pada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi sensor warna TC3200 sebagai studi awal rangkaian pembuatan alat ukur kafein berbasis sensor. Sampel yang digunakan adalah kopi Liberika, Arabika dan Robusta yang berasal dari Provinsi Jambi. Preparasi sampel dilakukan dengan proses roasting pada suhu 180OC dan pada saat proses berjalan pengambilan sampel secara real time pada (t= 38-45s), hasil preparasi sampel dilakukan uji UV-Vis untuk mengetahui konsentrasi  kandungan kadar kafein. Selanjutnya karakterisasi sensor warna TC3200 dilakukan untuk mengetahui nilai RGB (Red, Green, Blue) dari masing – masing sampel kopi. Hasil penelitian didapatkan nilai kadar kafein dari pengukuran UV-Vis yang akan menjadi database sensor, dan hasil karakterisasi sensor warna TC3200 pada kopi Liberika, Arabika dan Robusta secara kuantitatif didapatkan tingkat kevalidan data masing – masing 80%, 60% dan 70% dan analisis kualitatif bahwa sensor dapat digunakan untuk menetukan kadar kafein pada kopi dengan tingkat kematangan atau waktu roasting kopi yang berbeda.
Pirolisis Sampah Plastik Jenis Polipropilena (PP) menjadi Bahan Bakar Cair-Premium-like Anisya Putri Islami; Sutrisno Sutrisno; Heriyanti Heriyanti
JC-T (Journal Cis-Trans): Jurnal Kimia dan Terapannya Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : State University of Malang or Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.273 KB) | DOI: 10.17977/um0260v3i22019p001

Abstract

Penelitian mengenai konversi berbagai sampah plastik menjadi bahan bakar cair masih terus dikembangkan. Tujuan dari penelitian adalah mengkonversi sampah plastik jenis polipropilena (PP) menjadi bahan bakar cair, premium-like, melalui proses pirolisis. Sampah plastik jenis PP di pirolisis menggunakan reaktor batch yang dilengkapi dengan kondensor. Yield bahan bakar cair yang diperoleh dari 8 kg plastik yaitu 63,375% dengan suhu maksimum pirolisis yaitu 330°C. Hasil analisis GC-MS menunjukkan bahan bakar cair yang diperoleh masih memiliki rantai karbon panjang yaitu C7-C54 dengan fraksi utama adalah hidrokaron dengan C11-C20. Nilai kalor yang dimiliki bahan bakar cair adalah 46,199 MJ/kg dengan nilai densitas 0,726 g/mL.
Studi Eksploratif Tentang Pemahaman Guru Terhadap Kerangka Kerja TPACK Dalam Pembelajaran Matematika di Tengah Pandemi di SMA Kota Jambi Munajib Munajib; Sutrisno Sutrisno; Kamid Kamid
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v5i1.451

Abstract

Pandemi COVID-19 seakan “memaksa” guru dan siswa untuk melakukan modernisasi dalam pembelajaran. Di zaman modernisasi seperti sekarang, manusia sangat bergantung pada teknologi, terlebih di saat pandemi. Semua tingkat sekolah di Kota Jambi yang melakukan pembelajaran secara daring (online). Tak terkecuali dalam proses pembelajaran matematika di tingkat SMA. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan, maka rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pemahaman guru terhadap kerangka kerja TPACK yang merupakan salah satu framework yang mengintegrasikan antara pengetahuan teknologi (Technologial Knowledge), pengetahuan pedagogi (Pedagogy Knowledge), dan pengetahuan konten (Content Knowledge) dalam pembelajaran matematika selama pandemi COVID-19 di SMA Kota Jambi? Dan tujuan yang ingin dicapai adalah mendeskripsikan bagaimana pemahaman guru terhadap kerangka kerja TPACK dalam pembelajaran matematika selama pandemi COVID-19 di SMA Kota Jambi. Berangkat dari fokus permasalahan dalam penelitian ini, maka pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa pemahaman guru-guru matematika di SMA Kota Jambi terhadap kerangka kerja TPACK dalam pembelajaran matematika secara daring selama pandemi COVID-19 cukup baik.
Diseminasi Teknologi Sambung Pucuk Tanaman Kopi Liberika di Desa Jati Mulyo Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Elis Kartika; Lizawati Lizawati; Fitry Tafzi; Yusnaidar Yusnaidar; Addion Nizori; Sutrisno Sutrisno; Indra Lasmana Tarigan; Ratih Dyah Puspitasari; Madyawati Latief
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i3.6090

Abstract

Desa Jati Mulyo menjadi salah satu desa yang pertumbuhan lahan kopi Liberika cukup tinggi, melalui bantuan bibit dari Dinas Perkebunan masyarakat mulai beralih dan fokus pada Kopi. Produksi bibit kopi serta upaya membentuk sentra produksi bibit kopi diperlukan penguatan pada penangkar bibit, sehingga dengan adanya penangkar bibit tersertifikasi dapat dihasilkan bibit kopi yang unggul dan bermutu tinggi. Teknologi sambung pucuk secara umumnya dilakukan pada tanaman kopi Liberika ini bertujuan untuk memperoleh tanaman anakan (baru) dengan karakteristik kualitas tanaman dan buahnya identik dengan induknya, yang diperoleh dari tanaman unggul. Kegiatan PKM bertujuan untuk mendiseminasikan teknologi sambung pucuk pada masyarakat Petani Kopi di Desa Jati Mulyo agar keunggulan kopi Liberika dapat dipertahankan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Oktober Tahun 2021. Metode dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi pembelajaran masyarakat melalui kegiatan penyuluhan, sharing dan diskusi, demonstrasi serta praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa diseminasi teknologi sambung pucuk dirasakan petani sangat bermanfaat dan sangat dibutuhkan. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat petani dalam melalukan grafting, masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan. Melalui kegiatan ini juga petani berharap dapat berkesinambungan guna menghasilkan bibit kopi Liberika yang berkualitas. Kegiatan diseminasi ini mendorong masyarakat untuk semakin fokus mengembangkan kopi Liberika dengan kekhasan wilayah gambut. Jati Mulyo village is one of the villages where the growth of Liberica coffee land is quite high, through the assistance of seeds from the Plantation Service, the community began to shift and focus on coffee. Coffee seed production and efforts to establish coffee seed production centers require strengthening of seed breeders, so that with the existence of certified seed breeders, superior and high quality coffee seeds can be produced. The Top grafting technology is generally carried out on Liberica coffee plants with the aim of obtaining (new) saplings with identical plant and fruit quality characteristics to the parent, obtained from superior plants. This activity aims to disseminate top grafting technology to the coffee farmer community in Jati Mulyo Village so that the superiority of Liberica coffee can be maintained. This activity was carried out in October 2021. The method of implementing this activity includes community learning through counseling activities, sharing and discussions, demonstrations and hands-on practice. The results of the activity show that the dissemination of shoot grafting technology is felt by farmers to be very useful and very much needed. Through this community service activity, there is an increase in the knowledge of the farming community in doing grafting, the community is very enthusiastic in participating in training activities. Through this activity, farmers also hope to be sustainable in producing quality Liberica coffee seeds. This dissemination activity encourages the community to focus more on developing Liberika coffee with the uniqueness of the peat area.
Penerapan Teknologi Produksi Permen Kopi di Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh Jambi Mursalin Mursalin; Sutrisno Sutrisno; Jodion Siburian; Bayu Rosadi; Guspianto Guspianto
Jurnal Nusantara Mengabdi Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/jnm.v2i3.1894

Abstract

Purpose: This activity is intended to introduce coffee processing techniques into coffee candy by way of counseling, training and mentoring to the coffee farmer groups in Sungai Penuh City, Jambi. Methodology: The stages of this activity include counseling, training, production demonstrations, and business assistance. Coffee candy is made by boiling a mixture of coffee extract, sucrose and glucose at a ratio of 13:8:6 until it boils. After the mixture thickens, reduce the stove heat until the temperature of the mixture is no more than 1100C. After crystallization is complete, the mixture is put into the mold, cooled, then the coffee candy is removed from the mold, wrapped in plastic and packaged. Result: Counseling, training, mentoring, and technical guidance on how to process ground coffee into coffee candy have succeeded in creating a new source of income for the people of Sungai Ning Village, Sungai Bungkal District, Sungai Penuh City, Jambi. Conclusion: Through this activity, the village community has been able to apply coffee candy manufacturing technology as an effort to diversify their processed coffee products, coffee candy has now become their mainstay commodity, and several assisted farmer groups have now started producing coffee candy and marketing their products at every opportunity.
Analisis Kandungan Silikon (Si) pada Batubara PT. Tambang Bukit Tambi Provinsi Jambi Heriyanti Heriyanti; Winda Mustika Sari; Sutrisno; Rayandra Asyhar
Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry Vol. 11 No. 2 (2019): Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry
Publisher : Pendidikan Kimia FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jisic.v11i2.7761

Abstract

[Analysis Of Silicone (Si) in Coal of PT. Tambang Bukit Tambi Jambi Province]Batubara merupakan komoditas hasil tambang dan merupakan produk andalan di Provinsi Jambi. Batubara merupakan endapan sedimen yang terdiri dari komponen organik dan anorganik, yang mengandung jenis-jenis mineral yang terikat didalamnya, yaitu diantaranya C, Si dan Al. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis kandungan silikon untuk menentukan jenis batubara yang dihasilkan oleh PT. Tambang Bukit Tambi. Metode yang dilakukan adalah dengan mengekstraksi batubara menggunakan NaOH 3M dan HCl 1 M dan dilanjutkan engan metode metalotermis. Hasil ekstraksi diperoleh silika adalah massa rata-rata sebesar 4,89 gram dengan persentasi kadar 46,57%. Kadar silikon yang didapatkan dari hasil metalotermis yang dianalisis menggunakan AAS adalah sebesar 7,23%. Berdasarkan kadar silikon, maka batubara PT. Tambang Bukit Tambi dikategorikan dalam jenis batubara sub bituminus.
Enhancement of Liberica Coffee Quality by Wet Fermentation using Bacillus subtilis Indra Lasmana Tarigan; Ericha Aulia; Heriyanti Heriyanti; Madyawati Latief; Sutrisno Sutrisno
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 20, No 2 (2024): September
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.20.2.74248.162-177

Abstract

Coffee is a tree species in the Rubiaceae family and Coffea genus. One way to enhance the value of coffee commodities is by using fermentation technology. Fermentation can use probiotic bacteria found in mongoose digestive tracts, creating coffee with a unique taste and aroma. Bacillus subtilis is one of these bacteria, offering an alternative to those from mongoose. This study aimed to analyze the effects of fermentation using B. subtilis bacteria on the physicochemical and sensory properties of Liberica coffee. The study method included bacteria preparation, coffee fermentation, and testing. The samples' total phenolics, flavonoids, caffeine, and chlorogenic acid contents were estimated. The analysis was performed using UV-Vis and GC-MS spectrophotometers. The results revealed that the fermentation process using B. subtilis improved the sensory and physical qualities of the fermented Liberica coffee. The total values of phenolic and flavonoid contents and antioxidants of the fermented Liberica coffee were higher than that of the original coffee. GC-MS analysis exhibited compounds in the fermented coffee in which the highest was N-Dodecyl-N-(trifluoroacetyl)dodecanamide (C26H48F3NO2), with a retention time of 23.73 minutes and an area percentage of 18.96%. Moreover, the caffeine and chlorogenic acid of the fermented Liberica coffee was lower than that of the original coffee.
Pengaruh Model Pembelajaran Creative Problem Solving dan Self Efficacy terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Pada Materi Redoks Dina Lisyanti; Damris; Sutrisno
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1014

Abstract

Pembelajaran dengan model pembelajaran Creative Problem Solving merupakan salah satu cara untuk meningkatkan proses pembelajaran. Namun dalam pemanfaatannya, model pembelajaran Creative Problem Solving masih minim digunakan oleh guru pada proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran dengan pendekatan Creative Problem Solving berusaha mengaitkan konten mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan memotivasi siswa, menghubungkan pengetahuan yang dimiliki dengan kehidupan sehari-hari siswa serta diperkuat dengan peningkatan kreativitas. Ketika dihadapkan dengan situasi masalah, siswa dapat melakukan keterampilan pemecahan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Proses belajar tidak hanya dengan cara menghapal tanpa berpikir, karena keterampilan memecahkan masalah memperluas proses berpikir. Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan factorial design 2 x 2 dan teknik analisis varian (ANOVA) dua jalur untuk menjawab hipotesis penelitian. Kemudian untuk mengkonfirmasi hasil pengujian hipotesis dilakukan dengan pendekatan mixed method dimana proses pembelajaran dengan model CPS dilakukan triangulasi konkuren untuk memastikan tahapan pembelajaran yang mana yang berkontribusi terhadap hasil belajar. Selanjutnya hasil belajar juga dilakukan triangulasi konkuren untuk mengetahui dampaknya terhadap keberlangsungan keterampilan belajar peserta didik. Percobaan penelitian ini dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel bebas) terhadap hasil (variabel terikat).Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan model Creative Problem Solving berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi redoks (sig = 0,001 < 0.05). Self efficacy peserta didik berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi redoks (sig = 0,001 < 0.05). Kemudian terdapat interaksi antara model Creative Problem Solving dan self efficacy terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik pada materi redoks (sig = 0,027 < 0.05).
PROSES KOGNITIF SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMAHAMI MATERI PECAHAN DITINJAU DARI STIFIN FRAMEWORK: THINKING DAN FEELING Kamid Kamid; Sutrisno Sutrisno; Khairul Anwar; Rina Kusuma Dewi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v13i2.6249

Abstract

AbstractThe understanding of students, their learning methods, and cognitive characteristics are important aspects of classroom learning management. Fractional math problems require reasoning and mathematical logic, so to complete the gap in previous research, namely how types of intelligence form patterns of student thought processes, this study examines the level of student understanding and problem-solving strategies for fractions based on STIFin intelligence characteristics. This research uses a mixed-method approach in data collection. The research instrument uses the Fraction Sense Test (FST) and interviews and STIFin tests. The study involved 16 fourth-grade students of SD 47 Kota Jambi. The results showed that students with the thinking intelligence type scored the highest compared to sensing, intuiting, and feeling. Furthermore, there are four strategies students use in developing problem-solving strategies for fractions: (1) comparing fractions using other simple benchmark fractions like ½, (2) comparing fractions based on the denominator and numerator, (3) creating a fraction representation in the form of flat shapes to understand and compare fractions.