Ketimpangan pendapatan merupakan salah satu permasalahan pembangunan ekonomi yang masih menjadi perhatian utama di Provinsi Sumatera Utara. Tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur menggunakan Gini Ratio dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial dan ekonomi, di antaranya Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). TPAK mencerminkan keterlibatan penduduk usia kerja dalam aktivitas ekonomi, sedangkan RLS menggambarkan kualitas modal manusia yang berperan dalam meningkatkan produktivitas dan kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh TPAK dan RLS terhadap ketimpangan pendapatan di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2012–2025, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara dan Badan Pusat Statistik Indonesia dengan jumlah observasi sebanyak 14 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial TPAK tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai probabilitas sebesar 0,5137 (> 0,05). Kondisi ini mengindikasikan bahwa peningkatan partisipasi angkatan kerja belum tentu diikuti oleh distribusi pendapatan yang lebih merata. Sementara itu, RLS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai probabilitas sebesar 0,0004 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa peningkatan tingkat pendidikan masyarakat mampu menurunkan ketimpangan pendapatan. Secara simultan, TPAK dan RLS berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan dengan nilai Prob(F-statistic) sebesar 0,000669 (< 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,735291 menunjukkan bahwa 73,53% variasi ketimpangan pendapatan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Copyrights © 2026