Perkembangan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan membawa perubahan besar terhadap cara peserta didik belajar, mencari informasi, dan menyelesaikan tugas. Teknologi ini memberikan kemudahan yang sangat besar karena peserta didik dapat memperoleh jawaban dengan cepat, menemukan referensi secara instan, serta menyusun gagasan dengan bantuan mesin. Akan tetapi, kemudahan tersebut juga menimbulkan persoalan baru, terutama terkait kejujuran akademik, kebiasaan menyalin jawaban tanpa pemahaman, dan ketergantungan yang berlebihan pada teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru Pendidikan Pancasila di SMKN 2 Jombang dalam membangun karakter jujur peserta didik serta menjelaskan kendala yang dihadapi guru dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila menjalankan beberapa peran penting, yaitu sebagai model, fasilitator, motivator, pembimbing, korektor, dan evaluator. Guru berupaya menanamkan kejujuran melalui pembiasaan, pengarahan, pemberian aturan tugas, diskusi kelas, koreksi hasil kerja, serta pemberian penguatan positif. Namun, guru juga menghadapi kendala berupa kebiasaan plagiarisme, kecenderungan peserta didik bergantung pada AI, serta budaya belajar instan yang membuat peserta didik kurang mandiri. Meskipun demikian, AI tetap dapat dimanfaatkan secara positif apabila digunakan dengan bimbingan yang tepat. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru Pendidikan Pancasila tetap sangat penting dalam menjaga nilai kejujuran di tengah perubahan teknologi.
Copyrights © 2026