Penelitian ini menyelidiki pengaruh efek entrenchment dan financial distress terhadap praktik pelaporan terpadu di BUMN Indonesia, sekaligus meneliti peran moderasi kualitas audit. Pelaporan terpadu telah muncul sebagai mekanisme pelaporan penting yang menggabungkan informasi keuangan dan non-keuangan untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Studi ini mengadopsi pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dari laporan tahunan dan laporan keberlanjutan BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Purposive sampling digunakan untuk memilih perusahaan yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis menggunakan analisis regresi termoderatif untuk memeriksa efek langsung dari variabel independen dan efek interaksi kualitas audit. Temuan ini mengungkapkan bahwa efek pengakuan secara signifikan mempengaruhi pelaporan terintegrasi, menunjukkan bahwa dominasi manajerial mempengaruhi tingkat dan kualitas keterbukaan informasi perusahaan. Kesulitan keuangan juga ditemukan secara signifikan terkait dengan praktik pelaporan terintegrasi, menunjukkan bahwa perusahaan yang terkendala secara finansial cenderung menyesuaikan strategi pengungkapan mereka untuk menjaga kepercayaan dan legitimasi pemangku kepentingan. Selain itu, kualitas audit memperkuat hubungan antara efek pengakuan dan pelaporan terintegrasi serta hubungan antara kesulitan keuangan dan pelaporan terintegrasi, menunjukkan bahwa audit berkualitas tinggi meningkatkan kredibilitas pengungkapan perusahaan. Temuan ini berkontribusi pada literatur tentang tata kelola perusahaan, kesulitan keuangan, kualitas audit, dan pelaporan terintegrasi dengan memberikan bukti empiris dari BUMN Indonesia dan menawarkan implikasi praktis bagi regulator, manajer perusahaan, auditor, dan investor dalam mempromosikan praktik pelaporan yang transparan dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026