Penelitian ini mengkaji permasalahan antrean panjang pada area gerbang masuk PT XYZ, perusahaan bongkar muat yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Permasalahan tersebut terjadi akibat pola kedatangan truk yang tidak terjadwal dan cenderung terkonsentrasi pada periode open stack, sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas di terminal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen lalu lintas melalui Sistem Pemesanan Terminal (Terminal Booking System / TBS) dalam upaya meratakan distribusi kedatangan truk. Metode yang digunakan adalah Simulasi Kejadian Diskrit (Discrete Event Simulation) dengan bantuan perangkat lunak AnyLogic. Empat skenario dianalisis dalam penelitian ini, yaitu: skenario 1 sebagai kondisi eksisting sebelum penerapan TBS; skenario 2 dengan penerapan TBS sebesar 100% menggunakan tiga periode waktu pelayanan; skenario 3 dengan penerapan TBS sebesar 100% menggunakan enam periode waktu pelayanan; serta skenario 4 yang disusun berdasarkan kebutuhan operasional PT XYZ, yaitu 75% kedatangan truk untuk kegiatan penerimaan peti kemas penuh dan kosong serta pengiriman peti kemas penuh menggunakan TBS, sedangkan 25% kegiatan pengiriman peti kemas kosong tetap mendapatkan perlakuan khusus dengan penerapan TBS enam periode waktu pelayanan (1 periode = 4 jam). Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario 3 merupakan alternatif terbaik karena mampu menghasilkan distribusi kedatangan truk yang lebih merata dan konsisten pada kisaran 40–50 truk per periode. Selain itu, hasil skenario 4 mengindikasikan bahwa peningkatan efisiensi terminal tidak hanya ditentukan oleh pemerataan jadwal kedatangan melalui TBS, tetapi juga dipengaruhi secara signifikan oleh kapasitas dan kecepatan pelayanan operasional di dalam terminal.
Copyrights © 2026