Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Risiko Operasional Gudang Penimbunan Sementara Dengan Menggunakan Metode FMEA Di PT Krakatau Bandar Samudera Alifia Sri Prasetiowati; Ma'ruf Ma'ruf; Wenny Ananda Larasati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko operasional pada Gudang Penimbunan Sementara PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan pergudangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 potensi kegagalan (failure mode) pada proses inbound, penimbunan, dan outbound, dengan proses penimbunan sebagai tahap paling dominan dalam menimbulkan risiko. Berdasarkan analisis FMEA, kegagalan dengan tingkat risiko tertinggi adalah kebocoran atap gudang dengan nilai Risk Priority Number (RPN) sebesar 224, diikuti oleh alat berat tidak layak, tumpahan kargo saat loading, rembesan lantai gudang, serta kekurangan armada angkutan yang termasuk dalam kategori risiko sedang. Nilai severity tertinggi berada pada level 8 yang menunjukkan dampak signifikan terhadap kerusakan kargo dan kepuasan pelanggan, sementara nilai occurrence berada pada kategori rendah hingga sedang, serta detection pada beberapa kegagalan tergolong sulit. Rekomendasi perbaikan difokuskan pada peningkatan pemeliharaan fasilitas, penguatan manajemen vendor, penerapan sistem monitoring berbasis teknologi, serta peningkatan pengawasan operasional. Implementasi perbaikan tersebut diharapkan dapat menurunkan tingkat risiko operasional serta meningkatkan kinerja gudang secara keseluruhan.
Analisis Penerapan Manajemen Lalu Lintas Menggunakan Terminal Booking System di PT XYZ Muhammad Ariq Fauzi; Ma'ruf Ma'ruf; Wenny Ananda Larasati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.10767

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan antrean panjang pada area gerbang masuk PT XYZ, perusahaan bongkar muat yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Permasalahan tersebut terjadi akibat pola kedatangan truk yang tidak terjadwal dan cenderung terkonsentrasi pada periode open stack, sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas di terminal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen lalu lintas melalui Sistem Pemesanan Terminal (Terminal Booking System / TBS) dalam upaya meratakan distribusi kedatangan truk. Metode yang digunakan adalah Simulasi Kejadian Diskrit (Discrete Event Simulation) dengan bantuan perangkat lunak AnyLogic. Empat skenario dianalisis dalam penelitian ini, yaitu: skenario 1 sebagai kondisi eksisting sebelum penerapan TBS; skenario 2 dengan penerapan TBS sebesar 100% menggunakan tiga periode waktu pelayanan; skenario 3 dengan penerapan TBS sebesar 100% menggunakan enam periode waktu pelayanan; serta skenario 4 yang disusun berdasarkan kebutuhan operasional PT XYZ, yaitu 75% kedatangan truk untuk kegiatan penerimaan peti kemas penuh dan kosong serta pengiriman peti kemas penuh menggunakan TBS, sedangkan 25% kegiatan pengiriman peti kemas kosong tetap mendapatkan perlakuan khusus dengan penerapan TBS enam periode waktu pelayanan (1 periode = 4 jam). Hasil simulasi menunjukkan bahwa skenario 3 merupakan alternatif terbaik karena mampu menghasilkan distribusi kedatangan truk yang lebih merata dan konsisten pada kisaran 40–50 truk per periode. Selain itu, hasil skenario 4 mengindikasikan bahwa peningkatan efisiensi terminal tidak hanya ditentukan oleh pemerataan jadwal kedatangan melalui TBS, tetapi juga dipengaruhi secara signifikan oleh kapasitas dan kecepatan pelayanan operasional di dalam terminal. 
Analisis Pemilihan Vendor Trucking Full Container Load (FCL) pada PT. Jalur Sarana Indonesia Salsa Amalia Azahra; Wenny Ananda Larasati; Ma'ruf Ma'ruf
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12190

Abstract

Jalur Sarana Indonesia merupakan perusahaan freight forwarding yang menggunakan vendor trucking eksternal untuk mendukung kegiatan pengiriman Import Full Container Load (FCL). Proses pemilihan vendor yang belum dilakukan secara terstruktur berpotensi menyebabkan permasalahan operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kriteria dan subkriteria pemilihan vendor trucking, menganalisis tingkat prioritas kriteria dan subkriteria menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), serta menentukan vendor trucking terbaik bagi PT. Jalur Sarana Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap para ahli yang terlibat langsung dalam proses pemilihan vendor sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kriteria utama dalam pemilihan vendor, yaitu biaya, kualitas, fleksibilitas, pengiriman, dan responsif. Berdasarkan hasil perhitungan AHP, kriteria responsif memiliki bobot tertinggi sebesar 0,310, diikuti kualitas sebesar 0,247, biaya sebesar 0,224, fleksibilitas sebesar 0,114, dan pengiriman sebesar 0,106. Pada tingkat subkriteria, prioritas tertinggi pada masing-masing kriteria responsif adalah kecepatan respon terhadap rermintaan sebesar 0,552, kualitas adalah kondisi truk layak jalan sebesar 0,523, biaya adalah Term of payment (TOP) sebesar 0,675, fleksibilitas, adalah kemampuan menyesuaikan jadwal sebesar 0,645, dan kriteria pengiriman adalah ketepatan waktu pengiriman sebesar 0,653. Hasil perankingan menunjukkan bahwa PT DUC memperoleh bobot tertinggi sebesar 0,339 sehingga direkomendasikan sebagai vendor trucking terbaik, diikuti GJI sebesar 0,262, ILA sebesar 0,203, dan MMT sebesar 0,196.