Penerapan Standard Operating Procedure (SOP) menjadi instrumen penting bagi perusahaan manufaktur dalam menjaga konsistensi metode kerja, kestabilan hasil produksi, serta efisiensi waktu kerja operator. PT XYZ, perusahaan Job & Labour Supply pada fabrikasi dan perakitan komponen Body SST, masih menghadapi kesenjangan antara SOP dan implementasi di lapangan, di mana operator lebih mengandalkan drawing serta pengalaman kerja dibandingkan SOP dan Work Instruction (WI), sehingga menimbulkan variasi metode kerja dan aktivitas non-value added. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi implementasi SOP pengendalian proses produksi serta menganalisis efisiensi waktu kerja operator pada proses fabrikasi Body SST menggunakan metode Time Study. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, studi waktu, dan studi dokumen selama Maret–April 2025. Hasil penelitian menunjukkan total waktu proses sebesar 213 menit dalam satu siklus pengamatan, dengan aktivitas pemasangan subpart sebagai durasi terbesar (63 menit atau 29,58%). Aktivitas pemborosan seperti mencari alat bantu, menunggu crane, dan pemotongan ulang support masih ditemukan. Pada sub-proses pemasangan subpart ke body, setelah penerapan SOP terstandarisasi, waktu proses berhasil ditekan dari 80 menit menjadi 45 menit (efisiensi 43,75%), dengan aktivitas mencari alat bantu dieliminasi sepenuhnya. Permasalahan utama disebabkan rendahnya kedisiplinan operator dalam menjalankan SOP serta belum optimalnya penataan area kerja dan koordinasi alat bantu. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan kedisiplinan operator melalui sosialisasi dan pelatihan berkala, penataan area kerja berbasis 5S, perbaikan koordinasi penggunaan crane, serta pengawasan dan evaluasi berkelanjutan terhadap implementasi SOP.
Copyrights © 2026