Dismenore merupakan keluhan kesehatan reproduksi yang jamak dialami remaja putri serta berisiko mengganggu aktivitas belajar harian. Salah satu pemicu yang diduga memengaruhi derajat nyerinya adalah kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) yang tinggi lemak trans, gula, dan natrium. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan makan makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap seluruh siswi kelas X dan XI yang berjumlah 135 orang. Sampel ditentukan menggunakan teknik total sampling, dan pengumpulan data berlangsung pada 6–9 Juni 2026 memakai instrumen kuesioner terstruktur. Analisis data meliputi univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square lewat program SPSS. Hasil analisis univariat menunjukkan mayoritas responden memiliki kebiasaan makan fast food kategori cukup sebanyak 115 orang (85,2%), dan sebagian besar responden mengalami dismenore sedang sebanyak 69 orang (51,1%). Lebih lanjut, hasil uji bivariat Chi-Square menghasilkan nilai p-value = 0,827 (p > 0,05). Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan makan makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Baitussalam Aceh Besar. Keluhan dismenore pada populasi ini diduga lebih dominan dipengaruhi oleh faktor internal lain seperti biologis, hormonal, genetik, ataupun aktivitas fisik responden.
Copyrights © 2026