Penelitian ini bertujuan menjelaskan keterkaitan kompetensi, pelatihan, dan knowledge management dengan kinerja karyawan pada LSP LPK Mitra Kalyana Sejahtera. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei dan melibatkan seluruh 30 karyawan sebagai responden melalui teknik sensus. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert lima poin, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif terhadap kinerja dengan koefisien 0,312 dan nilai signifikansi 0,020. Pelatihan juga memberikan pengaruh positif dengan koefisien 0,271 dan nilai signifikansi 0,032. Sementara itu, knowledge management menghasilkan koefisien 0,361 dengan nilai signifikansi 0,005. Secara simultan, ketiga variabel membentuk model yang signifikan, ditunjukkan oleh nilai F sebesar 18,228 dan probabilitas kurang dari 0,001. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,678 mengindikasikan bahwa 67,8% variasi kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh kompetensi, pelatihan, dan knowledge management, sedangkan 32,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Perbandingan koefisien terstandarisasi menunjukkan bahwa kompetensi memberikan kontribusi relatif paling kuat, diikuti knowledge management dan pelatihan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja memerlukan penguatan kapasitas individu, pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan operasional, serta sistem pengelolaan pengetahuan yang mampu menyimpan, membagikan, dan menerapkan informasi kerja secara efektif. Implikasi praktisnya adalah perlunya pemetaan kompetensi, evaluasi pascapelatihan, dan penguatan akses terhadap dokumen serta pengalaman kerja organisasi.
Copyrights © 2026