Fenomena yang terjadi saat ini dalam praktik ritual dan ibadah sehari hari yang kita jalani apakah living hadis sudah hadir dengan tepat dan benar ? Living hadis adalah sunnah Nabi yang secara bebas ditafsirkan oleh para ulama, penguasa dan hakim sesuai dengan situasi yang mereka hadapi, atau disebut juga sebagai “sunnah yang hidup”. Ada tiga model living hadis yaitu tradisi tulisan, tradisi lisan dan tradisi praktik. Tulisan ini mengambil fokus living hadis dalam praktik ritual dan ibadah yang muncul seiring dengan praktik yang dijalankan umat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap aspek penting living hadis apakah sudah sesuai dengan dalil yang berupa firman allah swt maupun hadist itu sendiri. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu pertama, ritual dan ibadah tersebut merupakan suatu living hadis. Kedua, berdasarkan tipe tindakan para pelaku ingin terus menerus menghormati praktik ritual dan ibadah dengan cara melestarikan tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun. Ketiga, tindakan afektif memperlihatkan bahwa para pelaku memiliki ikatan emosional dengan para tokoh agama dan waktu pelaksanaannya. Keempat, tindakan instrumental rasional para pelaku secara sadar mampu melaksanakan living hadis dalam praktik ritual dan ibadah baik dari aspek sumber daya manusia maupun aspek finansial. Kelima, rasionalitas nilai. Pelaku ingin meniru perilaku tokoh tokoh agama dan membiasakan diri berbuat kebaikan sekaligus ingin menanamkan nilai solidaritas jama’ah (bersama). Penelitian dalam tulisan ini menggunakan pendekatan fenomenologi karena terkait dengan permasalahan yang diangkat oleh peneliti adalah living hadis praktik yang berkaitan dengan ritual dan ibadah. Dalam tulisan ini penulis menghadirkan contoh-contoh yang terkait dengan keagamaan sebagai landasan normatif tradisi yang hidup di masyarakat Muslim Indonesia.
Copyrights © 2026